Embuh, Posting Opo Iki?

setiap orang mempunyai masalah komunikasi pada dirinya sendiri. bahkan pada seorang pembicara terkenal sekalipun. ada beberapa hal dari diri kita yang tidak bisa kita publikasikan kepada orang lain. bisa dikatakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi, internal dan eksternal.

komunikasi menurut referensi yang kubaca beberapa hari ini adalah pertukaran informasi. baik secara langsung atau tidak langsung (direct dan indirect). maksudnya secara langsung si-pengirim informasi mengontrol sepenuhnya apa yang disampaikan, contohnya ngomong kepada orang lain. tidak langsung dapat berupa gerakan bibir, tangan, tubuh (mimik) seseorang ketika berbicara atau hanya mengisyaratkan. intinya kita mengerti apa yang mereka sampaikan.

apakah interaksi non-maya bisa tergantikan dengan hanya Facebook-an/Friendster-an, ato yg laen? Lanjutkan membaca “Embuh, Posting Opo Iki?”

Dampak Situs Jejaring Sosial


http://www.sciencedaily.com/images/2007/10/071029172856-large.jpg

beberapa waktu lalu, inbox di emailku penuh dengan invitation dari facebook.com. dapetnya dari teman-teman sekampus, trus teman pas SMK dulu, dan banyak kenalan dari kampus lain. semuanya ngajak untuk joinan Facebook (FB). dan aku masih ingat beberapa tahun yang lalu demam yang sama melanda anak muda di Indonesia ini, kita tahu bahwa Friendster(FS) sudah nangkring di ‘top priority’ aktivitas anak muda, yang kemudian datang plurk.com, dan beberapa situs jejaring lainnya.

nah, karena banyaknya email yang masuk dan notabene tiap hari sibuk nge-delete invitation akhirnya kucoba untuk mendaftarkan diri di Facebook.com. mungkin hanya sebatas iseng. setelah beberapa menit (sekitar 10 menitan -karena koneksi di kampus lagi bagus… hehehe) akhirnya aku punya akun di facebook.com. dan ta coba edit sana-edit sini, tapi masih bingung. mungkin baru pertama kali lihat, jadi ga apal letak dan fungsi menu-menunya. Lanjutkan membaca “Dampak Situs Jejaring Sosial”

Pengen ‘Rujakan’

hahaha, gara-gara mata capek dibuat kuliah n ngedep laptop mulai jam 7 sampe 3 sore, aku salah baca ‘rujakan‘ jadu ‘rujukan‘. kontan aja girangnya bukan main, sampe2 di kelas ngumpet ‘YESSSS!!!!‘ trus ditanyain temenku di samping kiriku…

‘opo’o pra awakmu?’

hahaha, oalah, ternyata rujakan, itu loh, makan buah2an yang diiris kecil kecil trus dicelupin bumbu kemudian dimakan deh… huhuhu… kirain… ūüôā

ceritanya gini seh, aku udah sekitar beberapa minggu ini (3 bulan-an) nge-jomblo. (duh… sekalian promosi neh, sapa yang daftar… Oyyyy!!! ayo sini…sini…!!!).

yahhh, namanya first love itu sensasinya beda-beda gimana gitu… dan kenangan yang ada juga ga sedikit, wong kita pacarannya juga lama, sekitar hampir 4 taon-an. pasti kepikiran lah… udah… aku ga mau kebawa emosi yang berat-berat, ntar point yang pengen ta bahas di sini malah ga kesampaian

sebenarnya, aku ada rasa pengen balikan, yah tadi itu rujakan, eh… rujukan ding. dan kembali merajut benang-benang ruwet yang nylempit di longan kasur. tapi…

ada beberapa hal yang memang ingin aku pikirkan lebih dahulu, sebelum melanjutkan kisah romantis (entah bersama ‘yang lama’ atau ‘yang baru’) yaitu:


1. biaya

harus aku akui bahwa yang namanya jomblo itu emang irit. bener2 irit (kecuali emang kalo situ suka sms, nraktir ga mikir2…). semenjak jadi single-mind pengeluaran tiap hari ya… kalo ga makan, ngenet, trus beli bensin ya ga ada lagi. mau beli pulsa aja mikir2, kalo ga terlalu urgent ya ga beli… hahaha

kalo jadian, ato masa pacaran, yang namanya pulsa itu wajib ndekem di hape. sesi ngabsen, trus belum kalo ada apa2 (kangen mas… ketemu yuuukk!!!) hadoooohhhh!!!! hahahaha… yang penting udah ngerasain gimana di-absenin cewek… (ribet…)

belum lagi kalo makan, kan kita kudu bayarin, jaim yooo!!! selain itu wira-wiri ke sana-sini, bensin juga harus masuk perhitungan… ban bocor juga, es degan, beli anting-anting, parkir sepeda motor, halah… banyak pokok’e…

trus,

2. pengertian

secara psikologi bahwa ketika kita udah putusan, rasa trauma pasca pacaran masih membekas di ati. apalagi cinta pertama… cuiitttt…cuiittt!!! rasa pengertian ekstra kita butuhkan di sini. secara cewek tu kan pusat perhatian cowok, nah pas kita putus-an sapa tahu mantan kita deket ama seseorang atau bahkan udah jadian (moga2 blum… moga blum… amiiinn!!!), nah ketika kita balik-an lagi, pas cewek kita deket ma laki lain? yakin ngerti sepenuh ati?… berat emang…

3. Waktu… waktu…

ini adalah hal yang paling mengerikan ketika aku membayangkan betapa sulitnya mengatur waktu ketika dalam masa pacaran. bahkan sekarang aja, pas jomblo mengatur waktu adalah pekerjaan yang paling sulit setelah mengerjakan rumus integral 4 tingkat. apalagi kita udah punya pacar yang setiap waktu harus ada, yah… ga setiap waktu seh, pokoknya ada lah.

trus gimana kalo kita sibuk di kampus, ada tugasdan kumpul ma temen2. ato kalo ga si pacar kita juga ada tugas trus kumpul ma temen2nya (kebanyakan cowok lagi) hadooohhh!!! beban pikiran tuh jadiny… tuh kan!!!

ya, berawal dari point2 di atas kita jadi ga bisa sebebas-bebasnya ber-jomblo ria. ada batasan2 yang harus kita patuhi dalam masa berhubungan. hahahaha

trus ada yang mengatakan bahwa cinta yang ke-2 membutuhkan 2 kali lipat cinta yang pertama… well, it’s just perception. depending…

tapi bukan ga mungkin dalam masa percobaan ke-2 atau rujukan kita akan lebih dewasa dan menghargai pasangan kita serta dapat melanjutkan kepada cita-cita yang lebih tinggi.

toh, cinta itu butuh pengertian satu sama lain, pengorbanan, dan lain2 yang nggak bisa disebutin di sini… (hiks…hiks…)

idealnya…

Apakah Perawan Akan Habis ?

lapoan om?

biasa men… golek masa depan

halah… hahaha… oh iyo…yo… sampeyan lak wes wayahe yah…

lha awakmu kapan men?

paling umur 25-28-an, ngenteni sek

wahahaha, selak ga ono perawan men tahun semono…

halah, maneh… wakakaka (ngacir…)


dan perjalanan ke tempat KKI-pun penuh dengan pemikiran tentang ‘virginity’ atau keperawanan.

  • seberapa penting seh ‘perawan‘ buat kita?
  • apakah ‘perawan’ itu mutlak diperlukan saat kita nikah nanti?
  • apakah yg bukan ‘perawan’ ga pantas jadi istri?

menurut saya, sebagai seorang laki2 yang sedikit tahu tentang keperawanan, bahwa pengertian perawan itu (orang awam loh, seperti saya ini…) hanya diidentikan dengan perubahan fisik yang ada di ‘maap‘ alat kelamin wanita. saya juga ga ngerti detailnya karena emang ga pernah dapet pelajaran biologi. tapi denger2 aja (langsung nancep dan inget sampe sekarang… hahahaha). entah apa namanya itu, pokoknya kalo wanita sudah ga perawan lagi rasanya beda gitu.. (apanya…. hadoohhhh, kalo diterusin mah, ntar nyasar kemana2 …. hehehe)

trus suatu saat ada yang nanya ke saya, bagimu perawan itu penting ga sih?

lho, kalo aku seh liat SIKON dulu. aku juga ga munafik bahwa perawan itu penting bagiku. tapi aku juga ga se-kejam, se-goblok orang2 yang bilang bahwa mereka dengan sa’karepe udel’e dewe menjustifikasi bahwa wanita ga perawan itu bukan wanita baik, ga pantas dinikahi.

segala sesuatunya pasti ada titik permulaan dan akhirnya kita akan tahu konklusinya. sebagai makhluk tingkat tinggi, kita nantinya bisa membuat pemikiran dan keputusan logis-rasional sesuai dengan diri kita sendiri. gimana cara kita memandang wanita tersebut.

maaf, buat para wanita. bukan maksud saya untuk menyinggung, tapi baca dulu ya… hehehe. saya sangat menghormati wanita… (apalagi yang cakep… hahahaha… BUAKKKKKK!!!! <– kena gampar mbak operator warnet.. huhuhuhu)

ok, back to topic.

sebenarnya bisa dikatakan bahwa saya mempunyai pendapat ‘keperawanan’ seseorang itu bukan yang terpenting (bukan ga penting). namun ada sesuatu yang lebih penting daripada itu, misalnya agama, hati, sikap, loyalitas, karakter, pendidikan, status sosial, dan lain-lain.

kalo soal kebutuhan manusiawi itu juga tergantung mind-set kita sendiri. bahkan semuanya berawal dari cara kita berpikir. toh, juga sama-sama enaknya. dari dulu prosesnya juga seperti itu (sambil bayangin… wakakakakak). perawan kan cuman pertamanya aja.

mungkin orang2 tadi berpikir bahwa dengan ‘mecah duren perawan’ dia termasuk orang yang terhormat ato apa… yah itu masalah mind-set seh kalo menurut saya…

yang penting bagi saya, istri nantinya bisa mendampingi hidup dan saling melengkapi satu sama lain. bisa menjadi pengasuh anak2ku kelak… dan yang terpenting bapak’e iki… hehehehe… ya seperti itulah…

Insomnia…

sepertinya aku mengalami insomnia kondusif… hahaha aneh2 aja penyakit’e

*sebentar-sebentar… lagi Adzan Subuh.

sebenarnya ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa penyakit ini melekat pada diriku beberapa waktu lalu -ketika sudah kecanduan internet stadium 4 dan hampir segala aktivitas kacau gara-gara insomnia tak terkontrol ini.

ketika ada kesempatan untuk nge-net (ber-internet ria) maka tanpa pikir panjang aku pun akan pergi ke cafe di Sawojajar atau di Warnet dekat kosan di Galunggung. mendengar kata internet pun otak sudah membuat program singkat yang proses eksekusinya membutuhkan sepersekian kecepatan prosesor Dual Core terlebih prioritas dalam urutan pertama alias urgent.

ditambah lagi sekarang sedang melaksanakan program KKI di luar kota yang notabene Internet adalah barang semi-mewah. maklum, beberapa bulan yang lalu, pada saat KKI pertama, internet tidak dapat ditemukan di area magang-ku. walaupun sekarang sudah ada, namun bukan termasuk hal penting seperti sembako ato BBM.

dari situ, harddisk yang ada di dalam kepala ini penuh ditempati draft-draft opini, ide-ide, atau apa saja yang ingin dituangkan ke dalam blogs gratisanku. ada banyak pengalaman yang membuat tanganku gatal akan pencet-pencet’an tuts keyboard laptop dan mengelus-elus mouse kesana kemari.

parahnya juga, beberapa jam yang lalu, aku baru saja mengalami perjalanan yang jauh dari tempat magang,. di dalam bis aku duduk berjam-jam tanpa bisa memejamkan mata sedikitpun karenabayangkanku sudah berada di depan laptop sambil meng-klik mouse berkali-kali.

walaupun rasa kantuk menyerang sedikit demi sedikit, namun apa daya mata dan tangan tak mau dirayu. status YM online pun tetep dipajang. hahaha

satu hal yang membuatku senang melek di malam dan pagi hari adalah timbul ketenangan antara pikiran dan hati ketika mendengar suara sunyi (haha… ngaco) di keheningan suasana. bila dibandingkan dengan tumpukan harmonitas bunyi yang tak beraturan mendengung ke dalam telinga di siang hari… membuatku tidak nyaman…

hmmmmm…. I’m still Insomnia…

Psikolog Muda

hari jum’at malam di bulan desember adalah hari pertama aku berada di tempat magang. jika tahun lalu selalu pulang, karena ada yang butuh bantuan untuk Tugas Akhir dan kangen2an, sekarang berbeda. ga ada yang dikangenin.. hahaha

ceritanya habis maghrib, kami mo cari makan, ma Eko temenku se-kosan. nah ceritanya dimulai ketika kita melewati lapangan dekat pabrik. secara ga sadar kita dipanggil oleh seseorang di depan rumah dinas pegawai pabrik. rumahnya ga begitu terang, seperti ga ada penghuninya. tapi ada orang duduk2 di buk teras(pagar dari bata yang bisa diduduki) depan rumah

“he, mas… sini!!!”

kaget tapi kita berjalan ke sana, karena menghormati orang sana. kukira itu adalah rumahnya. ah.. mungkin orang ini pengen tanya2 siapa kita.

kita pun ke sana, dan dengan sopan aku menyapanya…

entah darimana awalnya, tiba-tiba orang itu mengatakan sesuatu tentang masa depan pabrik dimana kita magang. aku bisa mendengar bahwa omongannya sangat berat dan dalam. seperti filosofi yang sudah meneliti keadaan suatu industri dan sekarang membabarkan buah pemikirannya. itu yang membuatku tertarik dan sebenarnya pengen ngobrol dengannya

“kamu butuh kertas apa? kertas buku, uang, koran, atau yang lainnya?” tanyanya

keanehan mulai kurasakan ketika beberapa orang lewat di depan rumah dimana kami berdiri. pandangan orang-orang itu seperti melihat sesuatu yang aneh. jangan-jangan aku berdiri di depan sesuatu yang ga tampak. atau apa gitu… tapi aku lihat, bahwa orang itu nyata, dan memang benar-benar ada.

setelah itu beberapa pikiran muncul bahwa orang itu gila, entah kenapa ketika aku tanya sesuatu, dia menjawab yang bukan jawabannya. dan selalu mengatakan hal yang berputar-putar dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang awam. tugas suci-lah, tugas khusus-lah, bahwa akan ada perang di pabrik ini… hahaha… temenku satunya, yang sudah dua kali minta ijin untuk pamit (dan selalu ditolak) akhirnya pamit dan pergi secara paksa.

sebenarnya aku pengen duduk di depannya dan ngobrol banyak, tapi karena hujan akan turun dan kita mo makan, akhirnya kuikuti temenku, dan aku yakin bahwa orang itu gila…

setelah berada di tikungan, aku menoleh ke orangnya dan berharap orang itu tidak ada, namun memang benar, bahwa orang itu benar-benar ada.

nah, konyolnya… setelah sampe di kos, temenku tanya bahwa pak ujang (setelah tadi ta tanyain namanya) itu sapa… bu kos malah ketawa, dan bilang bahwa orang itu gila karena stress. katanya orang itu pintar dan mempunyai banyak keinginan, namun ga kesampaian. wong dia katanya ketrima PMDK di salah satu universitas di malang

akhirnya aku percaya 100 persen bahwa orang itu gila…

ternyata… aku berbincang-bincang dengan orang gila (kok ga nyambung-nyambung)… oalah… preketek…

pelajaran yang bisa kuambil:

yah…kalo mo jadi psikolog itu harus bicara dengan orang gila…

Ikuti Kata Hatimu!!!

krrriiiiiinnnngggg!!!! (hape ku berbunyi…)

temen:  man, ga masuk ta? ujian sekarang!!!

aku:  hah, jam berapa se?

temen:  haahh!!! ga da jam ta?

aku:  ga bisa melek.

temen:  jam 8. ndek mana sekarang?

aku:  kamar

temen: trus, gimana ujiannya sekarang?

aku: loh, kok tanya aku. aku bukan dosennya kan?

temen: kamu ikut ga? kok malah aku seng bingung…

aku: nggak ah, nyusul ae… bilang lagi sakit.

temen: nggak nggenah arek iki… yo wes…¬†

aku: yoooo… tuuuuuutttt….tuuuuuutttt….

 

besoknya aku masuk dan banyak teman2 tanya kenapa kemarin ga ikut ujian…

trus aku jawah ‘aku sedang mengikuti kata hatiku’

wahahahaha