Apakah Perawan Akan Habis ?

lapoan om?

biasa men… golek masa depan

halah… hahaha… oh iyo…yo… sampeyan lak wes wayahe yah…

lha awakmu kapan men?

paling umur 25-28-an, ngenteni sek

wahahaha, selak ga ono perawan men tahun semono…

halah, maneh… wakakaka (ngacir…)


dan perjalanan ke tempat KKI-pun penuh dengan pemikiran tentang ‘virginity’ atau keperawanan.

  • seberapa penting seh ‘perawan‘ buat kita?
  • apakah ‘perawan’ itu mutlak diperlukan saat kita nikah nanti?
  • apakah yg bukan ‘perawan’ ga pantas jadi istri?

menurut saya, sebagai seorang laki2 yang sedikit tahu tentang keperawanan, bahwa pengertian perawan itu (orang awam loh, seperti saya ini…) hanya diidentikan dengan perubahan fisik yang ada di ‘maap‘ alat kelamin wanita. saya juga ga ngerti detailnya karena emang ga pernah dapet pelajaran biologi. tapi denger2 aja (langsung nancep dan inget sampe sekarang… hahahaha). entah apa namanya itu, pokoknya kalo wanita sudah ga perawan lagi rasanya beda gitu.. (apanya…. hadoohhhh, kalo diterusin mah, ntar nyasar kemana2 …. hehehe)

trus suatu saat ada yang nanya ke saya, bagimu perawan itu penting ga sih?

lho, kalo aku seh liat SIKON dulu. aku juga ga munafik bahwa perawan itu penting bagiku. tapi aku juga ga se-kejam, se-goblok orang2 yang bilang bahwa mereka dengan sa’karepe udel’e dewe menjustifikasi bahwa wanita ga perawan itu bukan wanita baik, ga pantas dinikahi.

segala sesuatunya pasti ada titik permulaan dan akhirnya kita akan tahu konklusinya. sebagai makhluk tingkat tinggi, kita nantinya bisa membuat pemikiran dan keputusan logis-rasional sesuai dengan diri kita sendiri. gimana cara kita memandang wanita tersebut.

maaf, buat para wanita. bukan maksud saya untuk menyinggung, tapi baca dulu ya… hehehe. saya sangat menghormati wanita… (apalagi yang cakep… hahahaha… BUAKKKKKK!!!! <– kena gampar mbak operator warnet.. huhuhuhu)

ok, back to topic.

sebenarnya bisa dikatakan bahwa saya mempunyai pendapat ‘keperawanan’ seseorang itu bukan yang terpenting (bukan ga penting). namun ada sesuatu yang lebih penting daripada itu, misalnya agama, hati, sikap, loyalitas, karakter, pendidikan, status sosial, dan lain-lain.

kalo soal kebutuhan manusiawi itu juga tergantung mind-set kita sendiri. bahkan semuanya berawal dari cara kita berpikir. toh, juga sama-sama enaknya. dari dulu prosesnya juga seperti itu (sambil bayangin… wakakakakak). perawan kan cuman pertamanya aja.

mungkin orang2 tadi berpikir bahwa dengan ‘mecah duren perawan’ dia termasuk orang yang terhormat ato apa… yah itu masalah mind-set seh kalo menurut saya…

yang penting bagi saya, istri nantinya bisa mendampingi hidup dan saling melengkapi satu sama lain. bisa menjadi pengasuh anak2ku kelak… dan yang terpenting bapak’e iki… hehehehe… ya seperti itulah…

Einstein and Me

  • Jika Einstein tidak peduli fakta dan data di dunia ini, maka aku sangat peduli karena hidup ini berdampingan dengan keduanya
  • Jika Einstein menyukai matematika dan fisika, aku tidak demikian
  • Jika Einstein suka melihat kehidupan ini dari sisi matematis dan fisika, aku lebih suka melihat dengan luas dan segala aspek kehidupan
  • Jika Einstein suka menyendiri untuk memikirkan sesuatu, aku juga sering (tidur…hahaha)
  • Jika Einstein menggunakan lebih dari separoh (bahkan hampir semuanya) fungsi di dalam otaknya, maka aku tidak sampai seperempat otakku yang kugunakan untuk berpikir dan lain-lain

diilhami buku: Melacak Teori Einstein dalam Al-Qur’an karya Wisnu Arya Wardhana

I miss all of You

tanggal 1 kemaren akhirnya agenda semesteran kita laksanakan di kampus. magang lagi untuk ke dua kalinya. dan artinya say ‘gud-bay‘ to all of my pren. mekatronika 63-64.

setelah uprek2 data gambar lama di harddisk, akhirnya nemukan gambar ini, setelah UAS kalo ga salah di Aula P4TK VEDC Malang. bersama Pak Dede (Guru Bhs. Jerman).

kanggo konco2 nang kono… semangat rek!!!

Setelah Habis UAS

kebiasaan yang aneh…

suatu ketika aku ngobrol dengan teman yang mengatakan bahwa kekonyolan masih terjadi saat ini dalam hal hubungan (pacaran). katanya gara-gara FS dua anak yang sedang pacaran putus. gara-garanya ada yang ngirim testi ke FS si cewek, dan si cowok tahu, trus cekcok, putus deh…

dalam pikiranku, emang masih jaman jealous2an gitu.. hahaha. sebenarnya tidak bisa dipungkiri bahwa rasa cemburu ketika pasangan kita ketika diperhatikan orang lain itu ada, setiap orang pasti ada. yakin itu!!!

hanya saja yang harus kita lakukan adalah bersikap dewasa dan tidak berlebihan. oleh karena itu ketika dilihat dari sudut pandang kedewasaan, hal tersebut (putus gara2 FS) terlihat konyol, konyol sekali.

dan fakta itu kembali terulang ketika kenalanku curhat soal ceweknya yang mempunyai testi lebih banyak dari dia, dan hampir semuanya dari laki-laki. dia bilang kalo yang ada di testi-nya si cewek itu memakai bahasa-luph seperti orang pacaran. dan dia sering sakit hati karena cewek-nya ga mau tahu soal perasaannya. hehehe… aku akhirnya jadi konsultan beneran neh..

akhirnya kujelaskan bahwa apa yang kamu lihat itu bukan kamu aja yang ngerasa! tiap orang juga sama, bahkan aku juga (pas dulu punya…). bahkan fakta bahwa pria lebih agresif dalam mengenal wanita ditunjukkan dalam testimonial pada FS. trus, masalahnya apa?

dan setelah temenku bilang bahwa ceweknya itu menganggap temenku ga dewasa, aku juga ketawa.

“lha emang kamu ga dewasa gitu, masak kamu mau melarang cewekmu buka FS? hahahaha”

aku beri solusi bahwa dia harus bersikap dewasa dan percaya pada cewek-nya (kalo mo terusan…) dan utarakan semua perasaan itu dengan bahasa yang baik2.

intinya segala sesuatu masalah yang timbul dalam diri kita dengan orang lain dapat diselesaikan dengan baik-baik. dituntut untuk berbicara baik-baik. gunakan pemikiran yang sederhana…jangan menggunakan perasaan yang rumit, karena akan menambah masalah…