Embuh, Posting Opo Iki?

setiap orang mempunyai masalah komunikasi pada dirinya sendiri. bahkan pada seorang pembicara terkenal sekalipun. ada beberapa hal dari diri kita yang tidak bisa kita publikasikan kepada orang lain. bisa dikatakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi, internal dan eksternal.

komunikasi menurut referensi yang kubaca beberapa hari ini adalah pertukaran informasi. baik secara langsung atau tidak langsung (direct dan indirect). maksudnya secara langsung si-pengirim informasi mengontrol sepenuhnya apa yang disampaikan, contohnya ngomong kepada orang lain. tidak langsung dapat berupa gerakan bibir, tangan, tubuh (mimik) seseorang ketika berbicara atau hanya mengisyaratkan. intinya kita mengerti apa yang mereka sampaikan.

apakah interaksi non-maya bisa tergantikan dengan hanya Facebook-an/Friendster-an, ato yg laen? Lanjutkan membaca “Embuh, Posting Opo Iki?”

Un-inspired by Love

“Jika di Hatimu tumbuh ”Cinta
Hiasilah dengan “KasihSayang
Jika Cintamu tumbuh “Setia
Rawatlah dengan “Keju2ran
Jika Kesetiaanmu tumbuh “Pengorbanan
Pertahankan dengan “Keterbukaan

Untuk Cinta

terima kasih untuk cintamu yang berubah
semakin indah, kekasih
untuk pagi dan kembang matahari
sekuntum mawar merah
senyumkupun rekah

telah kita lewati onak duri bersama
suka duka nestapa segala coba, semua goda

kau yang terindah
yang pernah kuminta padaNya
waktu membuktikan cinta, tiada dua
meski aku tak sempurna
kau terima apa adanya
selalu tersenyum akan keluhku
sabar akan liarku
mengerti tak ingin memaksa

Untuk yang terkasih, …(embuh sopo)

puisi di atas dapet dari tetangga sebelah…

cinta… hahahaha, sekarang aku tertawa mendengar kata cinta. kemudian tidak mau mengingat sedikitpun masa lalu yang selalu bersama cinta, dalam suka dan duka. semuanya atas nama cinta. tiada yang lain, bahkan untuk urusan yang lain nomer sekian, jauh nomer sekian. prioritas adalah cinta dan segala tetek bengeknya.

sekarang, seperti bangun dari tidur di kamar yang luas dengan tembok putih polos serta penuh dengan gambar-gambar kenangan masa lalu berbentuk hitam putih, membuatku ingin mengenang masa lalu bersama makhluk manis bernama cinta. seperti teori kombinasi warna yang menggabungkan warna polos dengan redup membuat perasaan ini tertarik ke dalam lorong masa lalu. putih abu-abu, tanpa ada warna lain.

ingin sekali menambah warna lain di sekeliling-ku dengan kombinasi warna yang berani, kontras, catch-able dan entah istilah yg lainnya tentang perpaduan warna, seperti orange-biru-hijau atau putih-orange-abu-abu. tapi sekarang belum adanya agen inspirasi yang datang menawariku sebagian ide-idenya. sangat sulit dan tidak dapat dipaksakan…

hahahaha… ku hanya bisa tertawa dalam hati ketika kulihat awan dan mendung putih bersatu memandangku dengan suram menembus jendela kelas yang buram. seraya mengatakan dengan pelan ‘aku merasa apa yang kamu rasakan’.

kosong… bingung… dan akhirnya aku tidak bisa melanjutkan postingan ini…

Apakah Perawan Akan Habis ?

lapoan om?

biasa men… golek masa depan

halah… hahaha… oh iyo…yo… sampeyan lak wes wayahe yah…

lha awakmu kapan men?

paling umur 25-28-an, ngenteni sek

wahahaha, selak ga ono perawan men tahun semono…

halah, maneh… wakakaka (ngacir…)


dan perjalanan ke tempat KKI-pun penuh dengan pemikiran tentang ‘virginity’ atau keperawanan.

  • seberapa penting seh ‘perawan‘ buat kita?
  • apakah ‘perawan’ itu mutlak diperlukan saat kita nikah nanti?
  • apakah yg bukan ‘perawan’ ga pantas jadi istri?

menurut saya, sebagai seorang laki2 yang sedikit tahu tentang keperawanan, bahwa pengertian perawan itu (orang awam loh, seperti saya ini…) hanya diidentikan dengan perubahan fisik yang ada di ‘maap‘ alat kelamin wanita. saya juga ga ngerti detailnya karena emang ga pernah dapet pelajaran biologi. tapi denger2 aja (langsung nancep dan inget sampe sekarang… hahahaha). entah apa namanya itu, pokoknya kalo wanita sudah ga perawan lagi rasanya beda gitu.. (apanya…. hadoohhhh, kalo diterusin mah, ntar nyasar kemana2 …. hehehe)

trus suatu saat ada yang nanya ke saya, bagimu perawan itu penting ga sih?

lho, kalo aku seh liat SIKON dulu. aku juga ga munafik bahwa perawan itu penting bagiku. tapi aku juga ga se-kejam, se-goblok orang2 yang bilang bahwa mereka dengan sa’karepe udel’e dewe menjustifikasi bahwa wanita ga perawan itu bukan wanita baik, ga pantas dinikahi.

segala sesuatunya pasti ada titik permulaan dan akhirnya kita akan tahu konklusinya. sebagai makhluk tingkat tinggi, kita nantinya bisa membuat pemikiran dan keputusan logis-rasional sesuai dengan diri kita sendiri. gimana cara kita memandang wanita tersebut.

maaf, buat para wanita. bukan maksud saya untuk menyinggung, tapi baca dulu ya… hehehe. saya sangat menghormati wanita… (apalagi yang cakep… hahahaha… BUAKKKKKK!!!! <– kena gampar mbak operator warnet.. huhuhuhu)

ok, back to topic.

sebenarnya bisa dikatakan bahwa saya mempunyai pendapat ‘keperawanan’ seseorang itu bukan yang terpenting (bukan ga penting). namun ada sesuatu yang lebih penting daripada itu, misalnya agama, hati, sikap, loyalitas, karakter, pendidikan, status sosial, dan lain-lain.

kalo soal kebutuhan manusiawi itu juga tergantung mind-set kita sendiri. bahkan semuanya berawal dari cara kita berpikir. toh, juga sama-sama enaknya. dari dulu prosesnya juga seperti itu (sambil bayangin… wakakakakak). perawan kan cuman pertamanya aja.

mungkin orang2 tadi berpikir bahwa dengan ‘mecah duren perawan’ dia termasuk orang yang terhormat ato apa… yah itu masalah mind-set seh kalo menurut saya…

yang penting bagi saya, istri nantinya bisa mendampingi hidup dan saling melengkapi satu sama lain. bisa menjadi pengasuh anak2ku kelak… dan yang terpenting bapak’e iki… hehehehe… ya seperti itulah…

Lalapan Politikus

‘mas…mas… pemilu sampeyan mau milih sapa?’.  tba2 orang di sampingku tanya gituan. aku pas beli ma’em di warung lalapan deket toko temenku.

‘ga tahu ya mas, nunggu dulu’. timpaku

‘lho, nunggu apaan. kan pemilu udah deket’

‘nunggu iklannya keluar semua. sekarang kan masih sedikit iklan2 yang ada di tipi mas’. hahaha, ngakak abis. ga tahu kok bisa dapet opini begini. mungkin karena ga demen ama iklan politikus yang keren2… (sinetron aja kalah…)

‘ohhh, gitu ya mas. terus sampeyan kemaren  milih sapa’. orang ini tanya terus (batinku). ga tau orang lagi laper2 nunggu lalapan… (lama amat ibunya, ngeladenin cewe2 ‘endels’. huuuuuuh!!!!)

‘itu, pak SBY. sekalian alasannya wes, karena gak tahu yah… face nya itu loh, ganteng gimana gitu…’ hahahaha, dalam ati ngakak sambil bayangin komentar guru PPKn kenapa aku milih SBY pas jaman SMK dulu. sumpah, aku jadi diketawain ma temen2 sekelas gara2 alasan ini… hahahaha

‘lek sekarang mas, sampeyan rencana mo milih sopo, kan ada gambaran gitu kalo liat berita di tipi-tipi…?’

‘nggg, gimana ya’

(bingung aku… tiba-tiba aku inget kata2 dari blog sebelah tentang miss quote tokoh terkenal)’

isinya gini…

Politisi tidak pernah percaya akan ucapan mereka sendiri, karena itulah mereka sangat terkejut bila rakyat mempercayainya. -Charles de Gaulle, Presiden Perancis Pertama

‘hahaha… kalo di negara kita politik itu termasuk lapangan pekerjaan mas, jadi kayaknya uang jadi alasan dan nomor satu kenapa ikut nyalon. ga tau ah mas… saya rencananya mo ikutan golput aja… takut salah milih dosa ntar’ si mas keknya ga puas, aku juga rada males ngeladenin. beruntung ibu udah selesai mbungkus lalapanku… asyiikkk. makaaaaaaannnn!!!

dan yang terpenting bebas dari obrolan politik… huehuehuehue!!!!

‘monggo mas… saya duluan’ kapok koen… hahahaha

‘oh yo… monggo’ melas…

just like a dream

bangun di pagi hari, sambil mulet menghilangkan kantuk yang tersisa
kutoleh ke sebelah kiri, kulihat bantal kosong di sebelahku
ternyata aku baru saja bangun dari tidurku yang nyenyak
jauh di depan meja kulihat seorang wanita menyiapkan sesuatu
ohh… ya Allah…
dia membawa pakaian ke arahku
dia tersenyum padaku, senyuman yang indah dan menenangkan di wajahnya
dia berjalan mendekat… dan tersenyum sekali lagi padaku
seraya meletakkan pakaianku dan duduk di sampingku
dia sudah menjadi wanitaku…

dan…

aku bangun di pagi hari itu
duduk termenung di atas tempat tidur
memikirkan pagi hari bersama wanita dalam mimpiku

di dalam kepalaku si Daniel Bedingfield nyanyi…


if u’re not for me then why do I dream of you as my wife

hahaha…