21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula

 

Suatu saat saya mendapat pertanyaan dari teman tentang fotografi pernikahan, atau biasanya disebut dengan “Wedding Photography” atau disingkat dengan WDF. Saya tanyakan kepada dia sapa yang akan menikah, mengapa tidak menyewa fotografer pernikahan dan sebagainya. Alasannya cukup logis, terbentur masalah biaya. Biasanya fotografer pernikahan mematok harga yang lumayan tinggi, namun kualitas mereka terjamin. Sebut saja kenalan saya menawarkan harga antara 1-2 juta lengkap dengan albumnya. Ada kualitas ada harga, itu aturannya.

Namun, bukan tidak mungkin kita bisa mendokumentasikan momen terpenting dalam kehidupan seseorang dengan kemampuan kita yang bisa dibilang seadanya. Di satu sisi, sebagai fotografer pemula saya masih harus banyak mengasah insting dalam mengambil momen-momen tersebut. Sisi lain, saya berusaha untuk membagi pengetahuan kepada Anda-anda yang belajar bersama-sama. Saya membaca 21Tips ini dan menerjemahkan sesuai dengan bahasa kita, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua. Lanjutkan membaca “21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula”

Etika Fotografi

Etika Fotografi
Budi "Idub Art" - Pasar Minggu, Malang

tulisan ini saya buat karena saya pribadi merasa belum memenuhi etika dalam fotografi, secara khusus.

  • Etika mengambil gambar/foto di ruang publik berbeda-beda di tiap kawasan, tempat atau negara. Sebagai gambaran, kita (di Indonesia) bisa dengan nyaman memotret anak-anak di pinggiran kampung atau dimana saja saat mereka bermain. Tapi jgn harap bisa semudah ini di Australia, mereka punya undang-undang yg tegas tentang perlindungan anak, maka memotret mereka lagi bermain sekalipun, tanpa ijin orang tuanya akan membawa kita ke panjara. Dianggap eksploitasi anak he..he..he..gawat kan? Lanjutkan membaca “Etika Fotografi”

Nixon Digital Camera in My Hand!!!

Nixon Camera

wowww!!!!

I just wanna say, it’s awesome.

ketika aku pengang kamera DSLR Nixon… (lupa.. hehehe) punyaan Pak Sipul, salah satu pegawai pabrik di tempatku magang. tanganku gemeteran dan aku sendiri kagum dengan kameranya yang kebanyakan tombol, secara otomatis menunya juga banyak…

*whuuuihhh… masih ga bisa melupakan gegap gempita gara2 pegang kamera SLR beneran… wakakaka

ceritanya Pak Sipul dulu ngikutin jejak Ayahnya yang juga seorang fotografer keliling di Probolinggo. nah, berawal dari situ, beliau mencoba untuk mengembangakan usahanya dan mempelajari lebih jauh tentang dunia fotografi

hasilnya…

sekarang sudah punya studio foto sendiri, 6 kamera analog Canon(termasuk kamera pertama kali) plus 2 kamera DSLR Nixon smua. nggak tahu, katanya Nixon lebih bagus dari Canon soal reduksi Noise…

*kalo aku seh mau2 ae dikasih yg mana aja…

gara-gara pegang kamera SLR, jadi mupeng berat…

gambar: http://bp2.blogger.com/_MDx0VUy76-w/SGhOspPOFHI/AAAAAAAAAVY/jlkzlh67ac4/s320/nixon+d60.jpg