Arsip Tag: cerita

Life is Letting Us to Flow

baru dapet inspirasi ketika berangkat ke kampus tadi pagi. naik sepeda motor sambil menikmati udara pagi bercampur asap kendaraan bermotor. hehe

let it flow lah…

akhir-akhir ini, ada sedikit perasaan ‘mangkel’ karena apa yang terjadi di sekitar tidak sesuai dengan keinginan. pengennya terus melawan dan berusaha sekuat mungkin untuk berdiri di sekeliling arus yang deras. tapi lama kelamaan capek juga, menjadi terlalu idealis. bukankan sifat dasar manusia itu beradaptasi.

aku jadi ingat kata seorang teman

bahwa hidup ini harus mengalir seperti air. jika di sekelilingmu mencoba untuk membawamu, ikutilah arusnya dengan hati-hati. jangan sampai lepas kendali akan dirimu. karena akibatnya akan fatal

jika diasumsikan ketika kita berada di jalan raya, pada saat macet dan mobil berhenti maka kita mau tidak mau juga harus berhenti. kita punya pilihan untuk berhenti dan bersabar daripada menancap gas lalu menabrak kendaraan orang lain. pada saat orang lain ingin beristirahat sejenak dan meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri, seharusnya kita mengerti akan kebutuhan sebagai manusia. maka jangan dipaksakan untuk terus menabrak mereka. akan terjadi kekacauan

begitu juga berada antara kendaraan yang rata-rata berkecepatan sedang, jika kita ingin berjalan pelan, minggir dulu atau ambil jalur sebelah kiri.

ternyata, mengikuti arus kehidupan itu gampang-gampang susah, asal jangan hilang kendali.

Insomnia…

sepertinya aku mengalami insomnia kondusif… hahaha aneh2 aja penyakit’e

*sebentar-sebentar… lagi Adzan Subuh.

sebenarnya ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa penyakit ini melekat pada diriku beberapa waktu lalu -ketika sudah kecanduan internet stadium 4 dan hampir segala aktivitas kacau gara-gara insomnia tak terkontrol ini.

ketika ada kesempatan untuk nge-net (ber-internet ria) maka tanpa pikir panjang aku pun akan pergi ke cafe di Sawojajar atau di Warnet dekat kosan di Galunggung. mendengar kata internet pun otak sudah membuat program singkat yang proses eksekusinya membutuhkan sepersekian kecepatan prosesor Dual Core terlebih prioritas dalam urutan pertama alias urgent.

ditambah lagi sekarang sedang melaksanakan program KKI di luar kota yang notabene Internet adalah barang semi-mewah. maklum, beberapa bulan yang lalu, pada saat KKI pertama, internet tidak dapat ditemukan di area magang-ku. walaupun sekarang sudah ada, namun bukan termasuk hal penting seperti sembako ato BBM.

dari situ, harddisk yang ada di dalam kepala ini penuh ditempati draft-draft opini, ide-ide, atau apa saja yang ingin dituangkan ke dalam blogs gratisanku. ada banyak pengalaman yang membuat tanganku gatal akan pencet-pencet’an tuts keyboard laptop dan mengelus-elus mouse kesana kemari.

parahnya juga, beberapa jam yang lalu, aku baru saja mengalami perjalanan yang jauh dari tempat magang,. di dalam bis aku duduk berjam-jam tanpa bisa memejamkan mata sedikitpun karenabayangkanku sudah berada di depan laptop sambil meng-klik mouse berkali-kali.

walaupun rasa kantuk menyerang sedikit demi sedikit, namun apa daya mata dan tangan tak mau dirayu. status YM online pun tetep dipajang. hahaha

satu hal yang membuatku senang melek di malam dan pagi hari adalah timbul ketenangan antara pikiran dan hati ketika mendengar suara sunyi (haha… ngaco) di keheningan suasana. bila dibandingkan dengan tumpukan harmonitas bunyi yang tak beraturan mendengung ke dalam telinga di siang hari… membuatku tidak nyaman…

hmmmmm…. I’m still Insomnia…

Psikolog Muda

hari jum’at malam di bulan desember adalah hari pertama aku berada di tempat magang. jika tahun lalu selalu pulang, karena ada yang butuh bantuan untuk Tugas Akhir dan kangen2an, sekarang berbeda. ga ada yang dikangenin.. hahaha

ceritanya habis maghrib, kami mo cari makan, ma Eko temenku se-kosan. nah ceritanya dimulai ketika kita melewati lapangan dekat pabrik. secara ga sadar kita dipanggil oleh seseorang di depan rumah dinas pegawai pabrik. rumahnya ga begitu terang, seperti ga ada penghuninya. tapi ada orang duduk2 di buk teras(pagar dari bata yang bisa diduduki) depan rumah

“he, mas… sini!!!”

kaget tapi kita berjalan ke sana, karena menghormati orang sana. kukira itu adalah rumahnya. ah.. mungkin orang ini pengen tanya2 siapa kita.

kita pun ke sana, dan dengan sopan aku menyapanya…

entah darimana awalnya, tiba-tiba orang itu mengatakan sesuatu tentang masa depan pabrik dimana kita magang. aku bisa mendengar bahwa omongannya sangat berat dan dalam. seperti filosofi yang sudah meneliti keadaan suatu industri dan sekarang membabarkan buah pemikirannya. itu yang membuatku tertarik dan sebenarnya pengen ngobrol dengannya

“kamu butuh kertas apa? kertas buku, uang, koran, atau yang lainnya?” tanyanya

keanehan mulai kurasakan ketika beberapa orang lewat di depan rumah dimana kami berdiri. pandangan orang-orang itu seperti melihat sesuatu yang aneh. jangan-jangan aku berdiri di depan sesuatu yang ga tampak. atau apa gitu… tapi aku lihat, bahwa orang itu nyata, dan memang benar-benar ada.

setelah itu beberapa pikiran muncul bahwa orang itu gila, entah kenapa ketika aku tanya sesuatu, dia menjawab yang bukan jawabannya. dan selalu mengatakan hal yang berputar-putar dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang awam. tugas suci-lah, tugas khusus-lah, bahwa akan ada perang di pabrik ini… hahaha… temenku satunya, yang sudah dua kali minta ijin untuk pamit (dan selalu ditolak) akhirnya pamit dan pergi secara paksa.

sebenarnya aku pengen duduk di depannya dan ngobrol banyak, tapi karena hujan akan turun dan kita mo makan, akhirnya kuikuti temenku, dan aku yakin bahwa orang itu gila…

setelah berada di tikungan, aku menoleh ke orangnya dan berharap orang itu tidak ada, namun memang benar, bahwa orang itu benar-benar ada.

nah, konyolnya… setelah sampe di kos, temenku tanya bahwa pak ujang (setelah tadi ta tanyain namanya) itu sapa… bu kos malah ketawa, dan bilang bahwa orang itu gila karena stress. katanya orang itu pintar dan mempunyai banyak keinginan, namun ga kesampaian. wong dia katanya ketrima PMDK di salah satu universitas di malang

akhirnya aku percaya 100 persen bahwa orang itu gila…

ternyata… aku berbincang-bincang dengan orang gila (kok ga nyambung-nyambung)… oalah… preketek…

pelajaran yang bisa kuambil:

yah…kalo mo jadi psikolog itu harus bicara dengan orang gila…

prioritas hidup

suatu saat aku ditanya apa yang menjadi prioritas hidupmu saat ini oleh salah seorang temanku.

“maksudmu, prioritas dalam jangka pendek ato panjang?” aku balik bertanya

“pendek  aja dulu, baru panjang”

“kalo pendek, pengen lulus kuliah cari kerjaan yang enak sambil ngembangin bakat dan hobi” jawabku

“trus kalo panjangnya?” tanya temenku lagi

“nikah trus kawin… hahahaha” aku ngakak sambil makan gorengan anget2 di pinggir jalan

sampe hari ini pun sempet kepikiran tentang prioritas hidupku sendiri. kadang begitu banyak prioritas yang timbul dari diri sendiri, sampai bingung mana yang harus didahulukan. karena menurutku semua itu harus dicapai dan penting. kalau sudah begitu, bingung dan akhirnya kelabakan sendiri karena deadline sudah semakin mendekat.

biasanya hasil yang dihasilkan enggak maksimal karena dadakan tadi. dan itu selalu hampir terjadi dalam hidupku…

gimana menurut anda?