Korban Eksaktisme

kata temen2 aku hari ini sial. betapa tidak, pagi2 udah kena damprat dosen paling tertib di kampus soal waktu, Bpk. Erik. Ceritanya hari ini UTS pelajaran beliau, Statistik dan Probability. nah, gara-gara telat 3 menit aja udah di suruh keluar. nggak boleh ikutan ujian (sebenere seh boleh, kalau aku nunggu 10 menit lagi di luar). berhubung udah males, trus ga bawa kalkulator, pusing, badan njarem semua (gara2 basket kemaren) jadi aku putusin nggak ikutan UTS pada mata kuliah’e beliau.

yah, disiplin banget dan pasti. kalo nggak ‘0’ ya ‘1’. kek biner system. hahaha… itulah namanya eksaktisme (Eko Yulianto: 2007)

R & P

saya pernah mengalami yang namanya sekolah menengah, kebetulan di kejuruan. nah pada saat itu (yang masih anak kecil) saya menganggap bahwa sistem yang diaplikasikan terhadap siswa di sekolah saya sedikit memaksa. yaitu dengan memberikan peringatan dan hukuman (punishment) kepada siswa yang melanggar. ada ketidaksetujuan terhadap pemberlakuan sistem yang ada pada lingkungan pendidikan tersebut. mungkin jika kita mendapati pendapat guru saya (yang waktu itu) sebagai guru BP (counselor) bisa dibilang saya terlalu mengada-ngada. buktinya saya sering kena hukuman ketika terlambat…

lepas dari itu, ketika kita menjadi orang yang terpojok -dengan sebuah kesalahan dan orang men-judgment kita atas kesalahan tersebut, maka bisa dipastikan kondisi emosi dan fisik kita akan menurun. coba bandingkan dengan sebuah perumpaan kita dipuji saat kita membuat sesuatu yang berarti. kelebihan atas sikap memojokkan (alih-alih untuk memberikan nasehat) membuat kita tidak akan bisa berkembang dan memperbaiki diri. pun, tidak semua orang seperti itu, akan tetapi bisa dibilang, kebanyakan… hal ini baru dapat saya rasakan ketika menginjak dunia per-kuliahan. bagaimana seorang instruktur memberikan keleluasaan dan reward-punishment? semuanya dapat membuat saya lebih termotivasi dan berkembang ke arah yang lebih baik.

mungkin sudah saatnya sistem pendidikan orde baru dihapuskan dan diganti dengan sistem pendidikan yang menyesuaikan kondisi… (istilah pribadi..)