Akhirnya Wajah Kakashi Terungkap

baru liat di timeline ef-be, ternyata ini toh alasannya kakashi make masker selama ini.

Gambar ini sebelumnya memang akan dipublikasikan pada acara Official Guest Book yang didapat dalam Naruto Art Exhibition. Tapi keduluan bocor di internet. Dan ini adalah resmi dari si Masashi Kishimoto, jadi bukan fan art 😀

Official Guest Book yang menunjukan wajah Kakashi yang asli ini bisa kamu dapatkan dengan mengunjungi Naruto Art Exhibition yang diadakan di Tokyo pada tanggal 25 April hingga 28 Juni 2015, lalu dilanjutkan di Osaka pada tanggal 18 Juli – 27 September di Osaka. Official Guest Book ini akan diberikan secara gratis bagi semua pengunjung Naruto Art Exhibition.
wajah-kakashi

Final Fantasy XIII PC – nyoba Pre-view

Saya ingat pertama kali main PS (Play Station) pas SMP di rental yang sudah menjamur di kota malang. Game yang sudah tamat menjadi kebanggaan antar teman di sekolah kami, yang paling banyak namatin game berati itu kereeeeenn :D. Salah satu game yang sering saya mainkan dulu adalah Final Fantasy Series, mulai dari FFVII sampai FFX di platform PS-1. Selain jalan ceritanya yang panjang, CD game nya pun ngalah-ngalahi game lain sampai 4 CD.

Kemarin pas dapet perintah dari nyonya untuk nyewa The Sims 4, akhirnya kok ya nemu Final Fantasy XIII di bagian rak game terbaru. Habis itu langsung tanpa tawar-menawar (kirane pasar ta leeek…) langsung bilang ke mbaknya kalo mau nyewa FFXIII. dan kata-kata mbaknya itu loh yang bikin kaget…

“15 DVD loh mas”

wuuuuiikk, akeh tenan… Sekelebat langsung terbayang-bayang kuota harddisk di tempat kerjaan yang sudah memerah semua karena banyak game kelas berat nempel di sana. Tapi ga apalah yang penting nyewa dulu, harddisk bisa dicari nanti :p

tibanya di tempat kerja…

Akhirnya ritual sebelum install game saya lakukan, yaitu back-uuuuupppp !!! pake software daemon trus dijadiin ISO/MDX biar g ribet copy/paste nya dan biar ga kena virus. DVD ke-1 OK, DVD ke-2 OK, lah kok menginjak DVD ke-3 kok error…

Dengan semangat pantang menyerah saya coba berbagai metode mulai A s/d Z tetep tidak berhasil akhirnya ya sudahlah, langsung install saja… sapa tau emang tidak boleh bisa di back-up.

Awalnya lancar instalasi mulai disk ke-1, ke-2, sampai ke-13. Biasanya mimpi terburuk gamers yang mau install itu ada di 95% ke atas. itu adalah masa-masa kritis bagi siapapun yang sudah pengalaman :v

dan akhirnya terjadi juga bencana, pada DVD ke-5 saya mendapat pesan “DISC ERROR”, bolak balik saya tiup DVD, ta bersihkan dengan tissue juga tetep “ERROR”…

walaaaahhh. yo wes lah, guduk rejekine ancenan… (larang2 nyewo 15 disc ra iso di nggo… )

akhirnya final step yang saya ambil adalah “mendownload” torrent nya di situs hasil pencarian mak gugel (guduk mbah gugel ta leeek? pingin tau alasan pribadi saya, lihat artikel ini yah…)

daaaaaaaaaan, setelah 5 harian poso bandwidth akhirnya nyampe juga di persen ke 89,2

donlot-fb

jadi masih nunggu 2 jam an lagi untuk njajal game besar ini…

 

Syahrini Masih Di Bawah Miyabi Untuk Urusan Model

Awalnya lagi males buat update blog karena lagi ndak ada inspirasi dateng, apalagi sekarang lagi mendekati pemilu 2014 yang mana mulai dari FB, Twitter, sampe iklan tipi didominasi si cak Wo dan cak Wi. Terus beberapa saat ayas liat timeline di efbe ada yang nggateli (membuat gatel) 😀

Beritanya tentang artis serba pengen, Syahrini yang pamer gaya hijab di bulan puasa ini. Yang pengen liat beritanya tinggal masuk ke sini: http://www.tribunnews.com/lifestyle/2014/07/03/gaya-hijab-terbaru-syahrini-yang-kebanjiran-kritik

syahrini-hijab

mbok ya dimohon buat mbak-syah yang bikin syahwat runtuh (udah nggak layak pasar tapi masih ngeksis) untuk menghargai para kaum lelaki ini yang sedang berpuasa. Masih untung juga Miyabi di bawah ini yang pake kerudung (100% editan) tapi masi enak dipandang… 😀

maria ozawa hijab images Miyabi-IdulFitri-MP

 

 

Kenapa Dengan Malang Kembali 2014?

Ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya saat ini setelah mengunjungi festival Malang Kembali 2014 atau orang-orang sering menyebutnya MTD atau Malang Tempo Doeloe. Sebuah suguhan dari warga Malang untuk warga Malang dan luar kota yang ingin menikmati suasana masa lalu yang penuh dengan kenangan. Bukan hanya suasananya, aneka jajanan dan mainan bisa dimasukkan sebagai alternatif kuliner dan hiburan yang sudah hampir tidak pernah kita temui, seperti gulali, permen tebu, dan lain-lainnya

Jika sebelumnya acara MTD dilaksanakan di sepanjang Jalan Besar Ijen, tahun 2014 ini (setelah vakum di tahun 2013) festival Malang Tempo Doeloe kali ini dilaksanakan di sepanjang Jalan Basuki Rahmad sampai dengan Alun-alun Merdeka Malang. Ada beberapa perencanaan yang sebelumnya sudah saya dengar dan baca dari internet mengenai festival yang ditunggu-tunggu masyarakat Malang ini, seperti konsep yang berbeda dengan konsep sebelumnya, hingga rencana untuk menarik ribuan pengunjung

Benar saja, seminggu sebelum hari dong! nya saya mencoba untuk berkeliling daerah Kayutangan dan Alun-alun Merdeka. Di beberapa titik sudah dipasang baliho/banner atau apapun namanya itu untuk menjadi perhatian. Seperti di depan kantor pusat PLN, Kantor BCA, Gedung Bioskop Merdeka, Sarinah Malang dan lain-lain.

Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, tanggal 2 Mei 2014 saya bersama istri berencana untuk menikmati suasana masa lalu yang hampir 1 tahun tidak terasa. Bukan hanya saya saja yang ingin menikmati festival tersebut, ribuan masyarakat Kota Malang juga tumpah ruah di jalanan bersama dengan mobil dan sepeda motor yang sedang melewati pusat festival.

Ekspetasi masyarakat terhadap apa yang dijanjikan panitia ternyata tidak ada separuhnya, bahkan seperempatnya. Kenangan manis sambil menikmati jajanan ala tempo doeloe seakan sirna dengan desakan orang-orang yang ingin berjuang mencari celah untuk berjalan maju, bahkan melawan arus. Saya sendiri terjebak di tengah kerumunan orang, bukan untuk menikmati pertunjukan yang diadakan panitia, tapi untuk berjalan maju mencari ruang kosong. Ditambah lagi dengan kendaraan yang mati kutu karena tidak bisa maju ataupun mundur, bau gas buang dari knalpot yang tajam membuat saya harus hemat nafas.

Selain jalan yang tidak ideal terdapat masalah satu lagi yang membuat saya kecewa berat, yaitu masuknya PKL (pedagang kaki lima) secara bebas dan tidak adanya koordinasi untuk tempat parkir pengunjung. Saya berjalan mulai dari kantor PLN Kayutangan sampai Alun-alun Merdeka sambil mengamati pinggiran jalan yang penuh dengan sepeda motor pengunjung. Ditambah lagi penuh dengan PKL yang jualannya entah berhubungan dengan Tempo Doeloe apa tidak. Pertunjukannya juga seperti tidak maksimal dan kurang greget, mungkin disebabkan oleh kondisi sekitar yang tidak sesuai dengan harapan panitia.

Lalu apa penyebab kegiatan Festival Malang Kembali ini downgrade seperti ini?

Apa persiapannya kurang matang? Apa berhubungan dengan kurangnya dana? atau memang sudah tidak penting lagi untuk mengadakan kegiatan seperti ini?