Fotografi, Hobi & Bisnis

icon-so-you-wanna-be-a-photographer-fotoseeds-ipad_v3

Di kota saya, Malang, fotorgrafer mulai menjamur. Mulai dari anak SMP sampai kuliahan pada nenteng DSLR dan jepret sana jepret sini. Nah, fenomena itu saya hubungkan dengan tulisan dariย http://www.picturecorrect.com/tips/is-photography-hobby-or-profession/ soal perspektif profesi fotografer itu sendiri, diliat dari hobi atau pekerjaan yang menghasilkan uang.

Nah, berdasarkan pengalaman saya sebagai orang yang hobi fotografi (bukan termasuk pelaku antusias sih) yang akhirnya mempunyai sudut pandang bisnis untuk hobi ini, benar juga kalau Anda jika hobi fotografi melihat infographic di bawah ini tentang siklus fotografi hobi sampai bisnis fotografi. Lanjutkan membaca “Fotografi, Hobi & Bisnis”

Secangkir Kopi Bersama Tamron 17-50

Sekitar setahun lalu saya mendapatkan Tamron 17-50 f/2.8 di internet. waktu itu saya sedang ada job dan membutuhkan lensa yang tajam, tapi murah (wakakaka, biasa alasan primer fotografer amatir) dengan harga 2,5 juta.

Setelah membaca sana-sini di forum, tanya beberapa teman awalnya saya bingung terhadap review user lain antara 17-40mm dan 17-50mm. Ada beberapa pendapat yang menyatakan tamron jelek di beberapa aspek (ya tentu dong, kan 3rd party dengan harga murah mau minta kualitas setara dengan lensa Canon, ngimpiii ๐Ÿ˜€ ). Akhirnya saya mantapkan di Tamron 17-50mm dan Alhamdulillah sampai sekarang lensa saya yang satu ini masih awet dan masih produktif dalam menghasilkan gambar ๐Ÿ™‚

Terakhir kemarin saya jalan-jalan dengan beberapa teman di Cafe Ria Jenaka di Jl. Veteran, Malang dan sempet mengambil beberapa gambar (tapi saya menggunakan lensa fix 50mm f/1.8)

21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula

 

Suatu saat saya mendapat pertanyaan dari teman tentang fotografi pernikahan, atau biasanya disebut dengan “Wedding Photography” atau disingkat dengan WDF. Saya tanyakan kepada dia sapa yang akan menikah, mengapa tidak menyewa fotografer pernikahan dan sebagainya. Alasannya cukup logis, terbentur masalah biaya. Biasanya fotografer pernikahan mematok harga yang lumayan tinggi, namun kualitas mereka terjamin. Sebut saja kenalan saya menawarkan harga antara 1-2 juta lengkap dengan albumnya. Ada kualitas ada harga, itu aturannya.

Namun, bukan tidak mungkin kita bisa mendokumentasikan momen terpenting dalam kehidupan seseorang dengan kemampuan kita yang bisa dibilang seadanya. Di satu sisi, sebagai fotografer pemula saya masih harus banyak mengasah insting dalam mengambil momen-momen tersebut. Sisi lain, saya berusaha untuk membagi pengetahuan kepada Anda-anda yang belajar bersama-sama. Saya membaca 21Tips ini dan menerjemahkan sesuai dengan bahasa kita, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua. Lanjutkan membaca “21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula”