Review: Malang Kembali 2014

“Jaaaann… MTD tahun iki koyok TAEK!!!”

Umpatan itu saya dengar malam lalu, Jumat, 2 Mei 2014 di bawah Jembatan Kayutangan di depan Bioskop Merdeka yang sudah dibongkar. Sebenarnya salah kaprah masyarakat adalah tema dari festival ini sendiri, yaitu acara kali ini bernama “Malang Kembali 2014” meski sebelumnya sudah akrab disebut dengan Malang Tempo Doeloe (sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2014/05/konsep-baru-festival-malang-kembali-2014/). Banyak yang menyalahkan panitia karena acaranya semrawut dan tidak tertata dengan rapi, tapi melihat dan merasakan langsung dari TKP saya sendiri juga sempet berpikiran seperti itu.

Tapi kita juga ndak bisa menyalahkan 100% panitianya juga, namanya juga event besar tahunan (yang sekarang katanya mau dijadikan event 2 tahunan). Ada banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTD tahun ini, kalau banyak kepala, banyak maunya, susah kan buat nurutin satu-satu.

10256043_10202068744174253_917222754177622547_n

sumber dari fb: (link)

Opini pribadi saya sebagai seorang “Kera Ngalam” untuk Malang Kembali 2014 ini sangat mengecewakan sekali. Kalau dikasih rating 1 sampai 10 saya kasi rating 3 lah. Loh bukan tanpa alasan saya ngasih nilai ganjil itu, coba diliat dari akses masuknya masa orang jalan sama mobil jadi satu, udah gitu jalannya sempit banyak PKL di pinggir jalan belum lagi tukang parkir ngambil bahu jalan buat stan parkir.

Balik lagi ke perjuangan saya mencari jalan keluar di kerumunan di depan Kantor Telkom Kayutangan, karena sempit dan desel2an akhirnya diam dulu sambil tarik nafas nyari oksigen buat paru-paru. Di ruang terbuka seperti itu pun saya masih kesulitan untuk bernafas dan mandi keringat. Untung pake kaos dan jaket sudah dilepas. Nggak kebayang apa yang dirasakan anak2 kecil yang tingginya separuh dari orang tua dewasa seperti saya apa bisa nafas apalagi sambil kepencet2 orang di pinggirnya. Sampe istri saya bilang “Mas, koyok wong antri sembako pas ono bagi-bagi ndek tivi yoh…” (Mas, kayak orang antri sembagi saat ada acara bagi-bagi di televisi ya…).

Akhirnya setelah hampir setengah jam di-setrap (hukuman berdiri pas SD kalau ndak ngerjakan PR…) kita berhasil menerobos kerumunan untuk menuju alun-alun. Di depan Sarinah, Alhamdulillah sudah longgar dan jalanan bisa dengan leluasa dilewati. Tapi melangkah ke depan lagi lah kok ada mobil dan sepeda jalan bareng menerobos kerumunan. Iki piye toh opo ancen ora ditutup dalane? Katanya festival tapi kok ada kendaraan masuk dan berjalan menerobos kerumunan orang jalan?

10268426_656083141112125_2151491064532099161_n

sumber dari fb: (link)

Mau ndak mau saya sama istri jalan terus ke depan Ramayana, habis itu langsung meluncur ke depan Gajahmada dan Malang Plaza sambil nyemil es tung-tung di pojokan toko buku siswa. Setelah sampai di perempatan dekat Malang Plaza, belok kiri dan lurus menuju Hotel Olino Garden sambil klenak-klenuk karena capek. Setelah berjalan melewati belakang Gereja di Kayutangan (ceritanya ini cuman muter tok, ga ada yang ditonton karena males kena macet) akhirnya saya menyapa teman yang nongkrong di pinggir jalan bersama komunitas Sepeda Low Ridenya.

Setelah puas foto-foto untuk mengobati kekecewaan karena penyelenggaraan Malang Kembali kali ini akhirnya kita putuskan untuk terus berjalan menuju tempat parkir dan pulang. Di rumah akhirnya nyampe jam setengah 11 malem…

 

1609907_653765398011535_3094638934999967993_n

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s