Arsip Bulanan: Mei 2014

Memperbaiki Instalasi Net Framework: Failed to Install

Pagi ini saya mencoba menginstal Net Framework 4.0 di komputer kerja karena beberapa software seperti Corel membutuhkan Framework untuk bisa dijalankan secara optimal. Apa itu Framework?

Microsoft .NET Framework (dibaca Microsoft Dot Net Framework) atau lebih dikenal dengan singkatan dot net (tidak berhubungan dengan domain .net) merupakan sebuah perangkat lunak kerangka kerja yang berjalan utamanya pada sistem operasi Microsoft Windows, saat ini .NET Framework umumnya telah terintegrasi dalam distribusi standar Windows (mulai dari Windows Server 2003 dan versi-versi Windows yang lebih baru). Kerangka kerja ini menyediakan sejumlah besar pustaka pemrograman komputer dan mendukung beberapa bahasa pemrograman serta interoperabilitas yang baik sehingga memungkinkan bahasa-bahasa tersebut berfungsi satu dengan lain dalam pengembangan sistem. Berbeda halnya dengan tipikal aplikasi konvensional umumnya, program yang ditulis dengan memanfaatkan .NET Framework berjalan pada lingkungan perangkat lunak melalui Common Language Runtime, dan bukan perangkat keras secara langsung. Hal ini memungkinkan aplikasi yang dibuat di atas .NET secara teoritis dapat berjalan pada perangkat keras apapun yang didukung oleh .NET Framework. Perangkat lunak ini adalah kunci penawaran utama dari Microsoft, dan dimaksudkan untuk digunakan oleh sebagian besar aplikasi-aplikasi baru yang dibuat untuk platform Windows.

selengkapnya bisa dilihat di sini.

nah, permasalahan muncul ketika proses instalasi berlangsung, biasanya prosesnya memakan waktu agak lama karena harus terkoneksi internet dan menunggu proses download file sebesar 30 MB. Tapi kali ini cepet banget dan ada pesan Error di akhir instalasi

Tampilan Error Instalasi Net Framework 4.0 - Silumansupra

Tampilan Error Instalasi Net Framework 4.0

Setelah itu saya nyari di google untuk solusi permasalahan ini dan ketemu !!! berikut ini langkah2nya

  1. Buka CMD (WIN + R)
  2. Ketikkan perintah NET STOP “WUAUSERV” (Perintah ini untuk me-nonaktifkan Windows Update)
  3. Buka CMD lagi dan ketikkan %WINDIR% untuk membuka langsung folder Windows tanpa harus klik Windows Explorer
  4. Cari folder bernama SoftwareDistribution dan rename folder tadi dengan nama “SDold
  5. Kemudian buka CMD tadi (jika belum ditutup, kalu terlanjur ditutup buka CMD lagi) dan ketikkan NET STOP “WUAUSERV” (Perintah ini untuk mengaktifkan Windows Update)
  6. Jalankan lagi instalasi Net Framework tadi
  7. jika tetap tidak berhasil, tinggalkan komentar di bawah ini,

Untuk download Net Framework berbasis web (butuh koneksi internet) Klik Di Sini!

untuk offline installer Klik Di Sini!

Dapet VGA Baru HIS Radeon HD 5570

Akhirnya kemarin keturutan buat njajal game berat semacam Dirt 3, Assassin 3, Assassin 4: Black Flag, Splinter Cell: Blacklist, COD Ghost dan Fifa 14. Dan masih nunggu antrian juga buat nyobain GTA V yang katanya udah keluar kemaren (tapi karena kalah cepet udah disewa sama orang lain). Sebetulnya game-game di atas sudah saya mainkan dalam kurun waktu beberapa bulan yang lalu dengan spesifikasi komputer Core 2 Duo, 4 GB DDR3, Motherboard ASUS p5G41-m M LXlx dan VGA Geforce GT-240.

Karena sekarang saya pindah rumah ke pondok mertua indah, dan komputer di rumah lama tidak bisa ikut karena dipakai adik saya yang demen dengan FIFA 13 dan PES 2013 (review-nya di sini) akhirnya mau ndak mau juga harus nyicil buat mbangun komputer spesifikasi game, standar core 2 duo an lah yang penting bisa buat desain grafis sama game kecil2 🙂

Penampakan HIS Radeon HD 5570

VGA yang kemaren sempet saya coba adalah HIS Radeom HD 5570 dengan memori 2 GB DDR3 128 bit. Lumayan keren untuk game ukuran Assassin 4 yang pas waktu belum menikah dulu pakai Geforce GT-240 dengan settingan low graphic, sekarang untuk recommended graphic-nya naik ke level normal 😀

Sempet juga kemarin nyewa THIEF di gamezone dengan 6 DVD nya yang spesifikasi VGA minimumnya 512MB. Lumayan bagus walau settingan grafisnya mentok di normal, biar jalannya ndak mendut-mendut hehehe…

 

Jalan-Jalan Gratis ke Jatim Park 2

Bulan kemaren saya dapet job untuk motret di Jatim Park 2 di Batu. Ah… pikirku wis suwi ora uklam-uklam nang tempat wisata. Berangkat dari Malang pukul 7 pagi bersama mas Wahyou Grawut sebagai tukang olor kabel (wkwkw…) karena janjian jam 8 sudah berada di tkp. Dengan menunggangi kuda besi yang setengah mbleret karena belum pernah ganti oli sejak 3 bulan lalu, kita berdua akhirnya sampai di TKP yang masih sepi, wong tukang parkir’e gurung ono kok

Setelah ketemu dengan Mas Wilda dari SMK Negeri 2 Malang akhirnya kita dipesankan tiket masuk untuk potret album kenangan di lokasi wisata. Tiket masuk dihargai Rp. 60ribu kalo ndak salah untuk hari biasa, sedang hari libur menjadi 75rb per anak. (Perhatian harga dapat berubah-ubah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu loh…!!!)

IMG_0005

Saya mejeng di depan Hotel Inn, sebuah hotel yang eksterior depannya mirip dengan pohon raksasa. Tapi dalemannya belum pernah liat (ngarep bingiiddd…) Baca lebih lanjut

Kenapa Dengan Malang Kembali 2014?

Ada hal-hal yang mengganjal pikiran saya saat ini setelah mengunjungi festival Malang Kembali 2014 atau orang-orang sering menyebutnya MTD atau Malang Tempo Doeloe. Sebuah suguhan dari warga Malang untuk warga Malang dan luar kota yang ingin menikmati suasana masa lalu yang penuh dengan kenangan. Bukan hanya suasananya, aneka jajanan dan mainan bisa dimasukkan sebagai alternatif kuliner dan hiburan yang sudah hampir tidak pernah kita temui, seperti gulali, permen tebu, dan lain-lainnya

Jika sebelumnya acara MTD dilaksanakan di sepanjang Jalan Besar Ijen, tahun 2014 ini (setelah vakum di tahun 2013) festival Malang Tempo Doeloe kali ini dilaksanakan di sepanjang Jalan Basuki Rahmad sampai dengan Alun-alun Merdeka Malang. Ada beberapa perencanaan yang sebelumnya sudah saya dengar dan baca dari internet mengenai festival yang ditunggu-tunggu masyarakat Malang ini, seperti konsep yang berbeda dengan konsep sebelumnya, hingga rencana untuk menarik ribuan pengunjung

Benar saja, seminggu sebelum hari dong! nya saya mencoba untuk berkeliling daerah Kayutangan dan Alun-alun Merdeka. Di beberapa titik sudah dipasang baliho/banner atau apapun namanya itu untuk menjadi perhatian. Seperti di depan kantor pusat PLN, Kantor BCA, Gedung Bioskop Merdeka, Sarinah Malang dan lain-lain.

Akhirnya hari yang ditunggu telah tiba, tanggal 2 Mei 2014 saya bersama istri berencana untuk menikmati suasana masa lalu yang hampir 1 tahun tidak terasa. Bukan hanya saya saja yang ingin menikmati festival tersebut, ribuan masyarakat Kota Malang juga tumpah ruah di jalanan bersama dengan mobil dan sepeda motor yang sedang melewati pusat festival.

Ekspetasi masyarakat terhadap apa yang dijanjikan panitia ternyata tidak ada separuhnya, bahkan seperempatnya. Kenangan manis sambil menikmati jajanan ala tempo doeloe seakan sirna dengan desakan orang-orang yang ingin berjuang mencari celah untuk berjalan maju, bahkan melawan arus. Saya sendiri terjebak di tengah kerumunan orang, bukan untuk menikmati pertunjukan yang diadakan panitia, tapi untuk berjalan maju mencari ruang kosong. Ditambah lagi dengan kendaraan yang mati kutu karena tidak bisa maju ataupun mundur, bau gas buang dari knalpot yang tajam membuat saya harus hemat nafas.

Selain jalan yang tidak ideal terdapat masalah satu lagi yang membuat saya kecewa berat, yaitu masuknya PKL (pedagang kaki lima) secara bebas dan tidak adanya koordinasi untuk tempat parkir pengunjung. Saya berjalan mulai dari kantor PLN Kayutangan sampai Alun-alun Merdeka sambil mengamati pinggiran jalan yang penuh dengan sepeda motor pengunjung. Ditambah lagi penuh dengan PKL yang jualannya entah berhubungan dengan Tempo Doeloe apa tidak. Pertunjukannya juga seperti tidak maksimal dan kurang greget, mungkin disebabkan oleh kondisi sekitar yang tidak sesuai dengan harapan panitia.

Lalu apa penyebab kegiatan Festival Malang Kembali ini downgrade seperti ini?

Apa persiapannya kurang matang? Apa berhubungan dengan kurangnya dana? atau memang sudah tidak penting lagi untuk mengadakan kegiatan seperti ini?

Review: Malang Kembali 2014

“Jaaaann… MTD tahun iki koyok TAEK!!!”

Umpatan itu saya dengar malam lalu, Jumat, 2 Mei 2014 di bawah Jembatan Kayutangan di depan Bioskop Merdeka yang sudah dibongkar. Sebenarnya salah kaprah masyarakat adalah tema dari festival ini sendiri, yaitu acara kali ini bernama “Malang Kembali 2014” meski sebelumnya sudah akrab disebut dengan Malang Tempo Doeloe (sumber: http://mediacenter.malangkota.go.id/2014/05/konsep-baru-festival-malang-kembali-2014/). Banyak yang menyalahkan panitia karena acaranya semrawut dan tidak tertata dengan rapi, tapi melihat dan merasakan langsung dari TKP saya sendiri juga sempet berpikiran seperti itu.

Tapi kita juga ndak bisa menyalahkan 100% panitianya juga, namanya juga event besar tahunan (yang sekarang katanya mau dijadikan event 2 tahunan). Ada banyak pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MTD tahun ini, kalau banyak kepala, banyak maunya, susah kan buat nurutin satu-satu.

10256043_10202068744174253_917222754177622547_n

sumber dari fb: (link)

Opini pribadi saya sebagai seorang “Kera Ngalam” untuk Malang Kembali 2014 ini sangat mengecewakan sekali. Kalau dikasih rating 1 sampai 10 saya kasi rating 3 lah. Loh bukan tanpa alasan saya ngasih nilai ganjil itu, coba diliat dari akses masuknya masa orang jalan sama mobil jadi satu, udah gitu jalannya sempit banyak PKL di pinggir jalan belum lagi tukang parkir ngambil bahu jalan buat stan parkir.

Balik lagi ke perjuangan saya mencari jalan keluar di kerumunan di depan Kantor Telkom Kayutangan, karena sempit dan desel2an akhirnya diam dulu sambil tarik nafas nyari oksigen buat paru-paru. Di ruang terbuka seperti itu pun saya masih kesulitan untuk bernafas dan mandi keringat. Untung pake kaos dan jaket sudah dilepas. Nggak kebayang apa yang dirasakan anak2 kecil yang tingginya separuh dari orang tua dewasa seperti saya apa bisa nafas apalagi sambil kepencet2 orang di pinggirnya. Sampe istri saya bilang “Mas, koyok wong antri sembako pas ono bagi-bagi ndek tivi yoh…” (Mas, kayak orang antri sembagi saat ada acara bagi-bagi di televisi ya…).

Akhirnya setelah hampir setengah jam di-setrap (hukuman berdiri pas SD kalau ndak ngerjakan PR…) kita berhasil menerobos kerumunan untuk menuju alun-alun. Di depan Sarinah, Alhamdulillah sudah longgar dan jalanan bisa dengan leluasa dilewati. Tapi melangkah ke depan lagi lah kok ada mobil dan sepeda jalan bareng menerobos kerumunan. Iki piye toh opo ancen ora ditutup dalane? Katanya festival tapi kok ada kendaraan masuk dan berjalan menerobos kerumunan orang jalan?

10268426_656083141112125_2151491064532099161_n

sumber dari fb: (link)

Mau ndak mau saya sama istri jalan terus ke depan Ramayana, habis itu langsung meluncur ke depan Gajahmada dan Malang Plaza sambil nyemil es tung-tung di pojokan toko buku siswa. Setelah sampai di perempatan dekat Malang Plaza, belok kiri dan lurus menuju Hotel Olino Garden sambil klenak-klenuk karena capek. Setelah berjalan melewati belakang Gereja di Kayutangan (ceritanya ini cuman muter tok, ga ada yang ditonton karena males kena macet) akhirnya saya menyapa teman yang nongkrong di pinggir jalan bersama komunitas Sepeda Low Ridenya.

Setelah puas foto-foto untuk mengobati kekecewaan karena penyelenggaraan Malang Kembali kali ini akhirnya kita putuskan untuk terus berjalan menuju tempat parkir dan pulang. Di rumah akhirnya nyampe jam setengah 11 malem…

 

1609907_653765398011535_3094638934999967993_n

Rurouni Kenshin: The Great Kyoto Fire Arc Teaser Trailer #2

Pagi tadi setelah nerusin nge-ghost komputer kerjaan akhirnya nyambi fesbuk-an sebentar biar serasa apdet, maklum dengan usia yang beranjak tua dewasa sudah saatnya mengikuti perkembangan anak muda jaman sekarang, epleketeeekk

Rurouni Kenshin: The Great Kyoto Fire Arc Teaser

setelah sekral-sekrol ke bawah karena udah 2 hari ga nengok fesbuk (internet di rumah mati karena belum bayar wakakaka) mata saya terpana pada salah satu postingan temen yang memajang trailer kenshin himura dengan tanda ‘X’ di pipinya. Setelah sepersekian detik terkesima dengan pikiran saya sendiri akhirnya ter-kliklah shared-video yang di pajang di halaman fesbuk resminya (https://www.facebook.com/rurokenmovie).

Keren abis efeknya, ceritanya juga jempol (belum liat versi orang, cuman tau dari manga-nya), apalagi kostum dan setting-nya itu loh yang dijaga konsistensinya, bahkan musuh kenshin yang bernama Sishio Makoto udah hampir persis sama yang di komiknya. Tinggal si Sojiro Seta pengen liat kayak apa modelnya…

Rencananya film yang disutradarai oleh Keishi Ohtomo ini akan di rilis pada tanggal 1 agustus 2014,

langsung saja ini saya sajikan comotan video trailer#2 Rurouni Kenshin: The Great Kyoto Fire Arc Teaser dari yutub

daaaaaaan…

kerjaan nge-ghostnya terbengkalai… T.T