21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula

 

Suatu saat saya mendapat pertanyaan dari teman tentang fotografi pernikahan, atau biasanya disebut dengan “Wedding Photography” atau disingkat dengan WDF. Saya tanyakan kepada dia sapa yang akan menikah, mengapa tidak menyewa fotografer pernikahan dan sebagainya. Alasannya cukup logis, terbentur masalah biaya. Biasanya fotografer pernikahan mematok harga yang lumayan tinggi, namun kualitas mereka terjamin. Sebut saja kenalan saya menawarkan harga antara 1-2 juta lengkap dengan albumnya. Ada kualitas ada harga, itu aturannya.

Namun, bukan tidak mungkin kita bisa mendokumentasikan momen terpenting dalam kehidupan seseorang dengan kemampuan kita yang bisa dibilang seadanya. Di satu sisi, sebagai fotografer pemula saya masih harus banyak mengasah insting dalam mengambil momen-momen tersebut. Sisi lain, saya berusaha untuk membagi pengetahuan kepada Anda-anda yang belajar bersama-sama. Saya membaca 21Tips ini dan menerjemahkan sesuai dengan bahasa kita, semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua.

Buat Daftar “Jepretan”

Sebelum memulai pekerjaan, adakalanya kita perlu membuat daftar foto yang akan kita ambil. selain dari sudut pandang fotografer, kita juga perlu mengetahui apa yang diinginkan oleh pengantin, maupun keluarga. Proses komunikasi di sini sangat penting dan menentukan hasil akhir. Fotografer Pro mungkin tidak perlu melakukan ini karena mereka sudah tahu apa yang dilakukan.

Pilih Koordinator Foto untuk WDF

Pada saat acara pernikahan, semuanya pasti sibuk dan stress. Oleh karena itu kita sebagai fotografer bisa dikatakan sebagai penengah. Pilih satu atau dua orang yang bisa dijadikan koordinator untuk foto pernikahan. Agar kita sebagai fotografer tidak disibukkan dengan mengatur orang-orang. Karena tugasnya cukup mengkoordinir orang-orang yang akan difoto. Istilah profesionalnya adalah Wedding Organizer, jadi yang mengatur mulai awal sampai jalannya acara pernikahan tersebut.

Kuasai Lokasi Pemotretan

Hal yang harus saya lakukan sebelum memotret pernikahan adalah datang ke lokasi minimal 1 hari sebelum hari pelaksanaan. Selain untuk menjalin komunikasi dan keakraban dengan pihak pengantin, kita juga dapat mengetahui dimana titik-titik penting untuk pengambilan, posisi cahaya lampu, alur pergerakan undangan dan sebagainya. Dan, saya selalu mengambil beberapa foto pada saat kunjungan lokasi untuk dijadikan referensi selanjutnya.

Kuncinya: PERSIAPAN

Apa yang terjadi jika Anda lupa tidak membawa baterai cadangan? atau memory tiba-tiba full dan sialnya, Anda tidak membawa memory cadangan? Sebelum atau malam sebelum hari pelaksanaan, saya biasanya membuat list alat yang akan dibawa dan dipakai. Mulai dari charger, tripod, memory cadangan, baterai cadangan dan lain-lain.

Apa Yang Diinginkan Mereka…?

Satu hal yang harus diperhatikan oleh fotografer pernikahan adalah perlunya kita memandang dari sudut pandang klien. Tunjukkan cara kerja kita, berapa jumlah foto yang mereka inginkan, gaya apa yang mereka sukai, romantis atau lucu. Kesepakatan harga untuk acara ini perlu disetujui di depan.

Silent Mode

Matikan ‘Beep’ pada kamera Anda. Kita tidak ingin pada saat momen penting terjadi, suara ‘beep’ mengganggu konsentrasi dan suasana.

Detail..Detail..dan Detail, Bahkan Yang Paling Kecil

Sepatu, Riasan, Pakaian, Senyum, Bunga, Hiasan meja, dsb. bahkan dapat menambahkan sudut pandang yang lebih bercerita. Selain itu juga dapat menjadikan album foto lebih berkesan

2 Kamera

Meminjam atau bahkan membeli kamera satu lagi mungkin memudahan kita untuk mengabadikan momen-momen tertentu. Saya selalu membawa 2 kamera dengan lensa kit/wide, fungsinya untuk menangkap momen secara keseluruhan atau foto keluarga. Sedangkan kamera dengan lensa panjang (semi-tele / tele) saya gunakan untuk candid yang mengedepankan ekspresi objek. Biasanya saya memakai 55-200mm atau 70-300mm.

2 Fotografer

Hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah menggunakan partner fotografer. Satu untuk foto formal dan satu lagi untuk candid. Hampir sama dengan memakai 2 kamera, namun pembagian tugas di sini cukup jelas, dan hasilnya juga lebih maksimal, dan selain itu karena kita tidak dibebani oleh label “satu-satunya” orang yang harus memfoto semua momen.

Tegas, Tapi Jangan Terlalu Menonjol

Permasalahan fotografer pemula (saya juga, kadang-kadang) adalah takut untuk mengatur orang-orang yang akan kita foto. Kita takut menghalangi pandangan orang lain ketika acara berlangsung. Setidaknya kita mempunyai hak yang lebih tinggi daripada penonton. Kita boleh berkeliling pada saat acara berlangsung. Kita juga dapat meminta pengantin untuk berpose sesuai dengan yang kita maksud, toh mereka juga nurut.

Gunakan Diffuser

Satu hal lagi yang menjadi masalah teknis pada foto pernikahan adalah cahaya. Hanya ada dua masalahnya, Over Eposure atau Under Exposure. Selain pengaturan ISO, Diafragma, atau Shutter Speed, kita juga bisa mengatur Flash. Kita bisa menggunakan teknik bounce (pantulan) atau menggunakan difusser untuk memperhalus cahaya yang ditangkap oleh kamera

R.A.W

Beberapa teman yang saya temui waktu lalu mengatakan bahwa dia tidak menggunakan format RAW karena kerja dua kali, ukurannya besar dan sebagainya. Format RAW menyimpan pengaturan apa adanya pada saat itu, Jadi selain kita bisa mendapatkan hasil maksimal, kita juga dapat bermain dengan cahaya, warna kontras, dan lain-lain. RAW mutlak dibutuhkan oleh fotografer.

Jepret, Transfer, Slideshow

Satu inovasi yang menurut saya cukup jenius adalah menampilkan foto-foto yang sebelumnya kita ambil pada saat acara berlangsung. Setelah itu kita tampilkan (slideshow) untuk dilihat oleh pada undangan dan keluarga.

Jangan Terburu-Buru ‘DELETE’!

Salah satu kelebihan DSLR adalah kata ‘Digital’ tersebut. Kita dapat melihat langsung hasil jepretan kita dan seumpama hasil tersebut kurang bagus kita bisa langsung menghapusnyaa. Tapi tidak untuk Fotografi Pernikahan, karena kita tidak tahu foto tersebut dapat digunakan, dipotong, diputar dan menjadi karya seni yang tidak pernah kita tahu. Inspirasi bisa datang kapan saja.

Ubah Perspektif

Perlu kreatifitas untuk mendapatkan sudut pandang yang lain daripada biasanya. Jika kebanyakan foto diambil dari depan, kenapa kita tidak mencoba dari bawah, atas, atau wide.

Foto Bersama

Momen pernikahan adalah momen keluarga, oleh karena itu foto bersama menjadi agenda wajib. Salah satu tips untuk mengambil foto bersama adalah berada di ketinggian yang lebih tinggi dari pada objek. Misalnya naik tangga, kursi, meja yang ditumpuk kursi, atau lantai dua. Keuntungannya adalah fokus terletak pada objek yang banyak, sehingga memudahkan kita untuk mengambil semua gambar.

Fill Flash

Jika kita memotret di luar atau outdoor bayangan pada tubuh atau wajah akan tampak karena cahaya yang disebabkan oleh matahari atau lampu terlalu kuat. Mungkin kita bisa menggunakan flash (1 atau 2 stop) untuk memberkan fill in flash dan membantu mengurangi efek shadow.

Continuous Shooting Mode

Foto ‘Menjahit’ kadang kala perlu dijadikan senjata ketika momen penting berlangsung. Kita tidak mau ketinggalan momen tersebut. Jadi atur mode kamera ke Continuous Shooting Mode, dan ambil sebanyak-banyaknya di saat momen tersebut berlangsung. Langkah akhirnya adalah menyeleksi foto yang bagus

Mengharapkan Yang Tidak Diharapkan

Hal lain yang menjadikan foto itu unik adalah keadaan yang tidak diduga-duga, seperti hujan turun pada saat acara pertemuan dua buah keluarga, listrik mati, anak menangis, atau pengantin yang terlihat sangat capek. Orang-orang atau keluarga mungkin akan merasa stress pada saat itu, tapi percaya atau tidak, kesan itu akan membekas di benak mereka ketika kita berhasil mengabadikan momen yang jarang terjadi tersebut.

Be Fun…

Pernikahan adalah perayaan bahagia, jadi kita juga harus berbahagia karena ‘ketularan’ euforia. Selalu tersenyum dan ramah dalam menghadapi segala keadaan menjadikan kita pribadi yang dikenang sebagai pribadi yang hangat.

Jangan Lupa Berdoa

Mutak untuk dilakukan, karena faktor X bisa saja terjadi😀

Sumber tulisan ini saya salin dan terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dari situs: http://www.digital-photography-school.com/wedding-photography-21-tips-for-for-amateur-wedding-photographers

11 thoughts on “21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula

  1. Ping balik: | Teamworks Advertising

  2. Ping balik: Tips pengambilan photo prewedding | mp3indonesiaku

  3. Ping balik: Tips: Wedding Photography | Siluman Photography

  4. Ping balik: 21 Tips Wedding Photography Untuk Pemula « MAM Hallo!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s