The Designer’s Level

designer_level by lumansupra

ada beberapa hal yang ingin saya katakan terlebih dahulu mengenai The Designer’s Level ini. pertama, ide ini asli temuan saya ketika merenung di angkot menuju rumah. Kedua, tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak yang tidak setuju karena memang sebagian besar ide ini adalah iseng… hahah.

  • penjelasan pertama adalah SEE. ketika kita melihat sesuatu yang menurut kita mempunyai arti seni adalah tahap pertama dari tahapan di atas. bisa dikategorikan semua orang mempunyai tahapan ini. ketika kita pergi ke sebuah galeri seni, sedikit banyak kita akan mengerti apa arti seni itu, keindahan sebuah karya seni. karena masing-masing dari kita memang mempunyai art of sense, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda
  • kedua adalah COPY. tahapan selanjutnya adalah menyalin sebuah karya  yang kita pilih. keinginan untuk membuat sesuatu yang menurut kita indah (atau sesuai dengan persepsi masing-masing) memang sudah menjadi bawaan diri kita. mungkin ini disebut dengan proses kreativitas… tapi ga tau juga…🙂
  • ketiga adalah tahap EDIT. sebagai proses pengembangan tahap sebelumnya. dimana kita akan menggabungkan persepsi kita dan sebuah contoh karya yang ada di depan kita. hasilnya adalah sebuah produk baru, bisa jadi lebih baik, atau malah lebih buruk dari aslinya
  • tahap CREATE adalah tahap dimana seseorang mulai percaya diri akan karya yang diciptakannya. dalam tahap ini bisa dikatakan sudah menggabungkan beberapa tahap sebelumnya atau meloncatinya tidak sesuai dengan urutan. kebiasaan yang dilakukannya sudah membentuk sejenis ‘program’ dalam dirinya untuk menciptakan sebuah karya. atau bahkan ‘masterpiece’
  • tahap SHARE bisa dicapai apabila seseorang sudah matang akan membuat sebuah karya dan menerima masukan dari orang lain tentang karyanya. biasanya tahap ini dimiliki oleh beberapa orang yang sudah lama dan memiliki pengalaman di bidangnya.
  • terakhir adalah GIVE, dimana tahapan ini terbentuk secara otomatis. menurutku, tahapan ini dan tahapan sebelumnya mempunyai persamaan dan perbedaan. persamaannya adalah kita berinteraksi dengan orang lain mengenai diri kita, sedangkan perbedaannya adalah kita melibatkan orang lain sebagai objek pada tahapan terakhir ini…

mungkin ini yang dapat saya re-write apa yang ada dalam otak waktu itu. soalnya sekarang saat ngantuk-ngantuknya, dimana kuliah elektro. panas, ongkep…🙂

anda punya pendapat lain? monggo didiskusikan di form komentar…

2 thoughts on “The Designer’s Level

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s