The Designer’s Level

designer_level by lumansupra

ada beberapa hal yang ingin saya katakan terlebih dahulu mengenai The Designer’s Level ini. pertama, ide ini asli temuan saya ketika merenung di angkot menuju rumah. Kedua, tidak menutup kemungkinan ada beberapa pihak yang tidak setuju karena memang sebagian besar ide ini adalah iseng… hahah.

  • penjelasan pertama adalah SEE. ketika kita melihat sesuatu yang menurut kita mempunyai arti seni adalah tahap pertama dari tahapan di atas. bisa dikategorikan semua orang mempunyai tahapan ini. ketika kita pergi ke sebuah galeri seni, sedikit banyak kita akan mengerti apa arti seni itu, keindahan sebuah karya seni. karena masing-masing dari kita memang mempunyai art of sense, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda Lanjutkan membaca “The Designer’s Level”

Life is Letting Us to Flow

baru dapet inspirasi ketika berangkat ke kampus tadi pagi. naik sepeda motor sambil menikmati udara pagi bercampur asap kendaraan bermotor. hehe

let it flow lah…

akhir-akhir ini, ada sedikit perasaan ‘mangkel’ karena apa yang terjadi di sekitar tidak sesuai dengan keinginan. pengennya terus melawan dan berusaha sekuat mungkin untuk berdiri di sekeliling arus yang deras. tapi lama kelamaan capek juga, menjadi terlalu idealis. bukankan sifat dasar manusia itu beradaptasi.

aku jadi ingat kata seorang teman

bahwa hidup ini harus mengalir seperti air. jika di sekelilingmu mencoba untuk membawamu, ikutilah arusnya dengan hati-hati. jangan sampai lepas kendali akan dirimu. karena akibatnya akan fatal

jika diasumsikan ketika kita berada di jalan raya, pada saat macet dan mobil berhenti maka kita mau tidak mau juga harus berhenti. kita punya pilihan untuk berhenti dan bersabar daripada menancap gas lalu menabrak kendaraan orang lain. pada saat orang lain ingin beristirahat sejenak dan meluangkan waktu untuk diri mereka sendiri, seharusnya kita mengerti akan kebutuhan sebagai manusia. maka jangan dipaksakan untuk terus menabrak mereka. akan terjadi kekacauan

begitu juga berada antara kendaraan yang rata-rata berkecepatan sedang, jika kita ingin berjalan pelan, minggir dulu atau ambil jalur sebelah kiri.

ternyata, mengikuti arus kehidupan itu gampang-gampang susah, asal jangan hilang kendali.

Presentasi Embedded System (Mbededeg!!!)

Presentasi Embedded System

An embedded system is a special-purpose computer system designed to perform one or a few dedicated functions,[1] often with real-time computing constraints. It is usually embedded as part of a complete device including hardware and mechanical parts. In contrast, a general-purpose computer, such as a personal computer, can do many different tasks depending on programming. Embedded systems control many of the common devices in use today. –http://en.wikipedia.org/wiki/Embedded_system

Jadi intinya, Embedded System itu
•    Special Purpose Computer on Device
•    Sistem elektronik yang mempergunakan CPU chip, tetapi bukan CPU
•    Device controller dan mempunyai tugas yang spesifik.

Nah, pas presentasi mata kuliah embedded system 2 minggu kemaren, saya mengambil judul “Aplikasi Embedded System pada Dishwasher Machine” karena selain waktu pembuatannya terlalu mepet (biasa, mahasiswa yang banyak kesibukan terutama ngenet dan CS-an) serta aplikasi dari sistem terintegrasi yang terdapat pada dishwasher cukup sederhana.

Proses kerja dari Dishwasher Machine adalah sebagai berikut:
•    Mengisi dengan air
•    Memanaskan temperature air sampai dengan suhu tertentu (biasanya 1300-1400 F)
•    Secara otomatis mengeluarkan deterjen pada waktu yang seharusnya
•    Menyemprotkan air untuk membersikan piring
•    Mengeringkan air yang kotor
•    Menyemprotkan air lagi untuk membilas piring tersebut
•    Mengeringkan lagi
•    Memanaskan suhu udara untuk mengeringkan piring, jika pengguna menghendaki pengaturan tersebut.

Download Paper Embedded System: Dishwasher Machine

Handphone Magnetic Signal

hp_magnet

gambar di atas menunjukkan adanya aktifitas pada jarum AVO meter ketika HP saya me-request data pada server (cek pulsa). tandanya ada medan magnet yang menarik jarum AVO Meter tadi ketika sinyal dikirim ke server.

mengenai hubungannya radiasi/medan magnet dengan otak kita masih dalam tahap pembelajaran… 🙂

Pertama Kali Naek Mikrolet (Lagi)

kemaren pas mo ngerjain tugas presentasi di kampus, sebelum maghrib ban sepeda motor-ku bocor. alhasil sepedane ta taruh di kosan’e temen. kemudian sambil melas2 yo’opo jalan ke kampus cari data dan referensi peresentasi tentang embedded system.

akhirnya ketemu juga dishwahser, ato pencuci piring otomatis berbasis mikrokontroler. pokok’e intine ketemu ngono…

nah, pulang naek mikrolet AT sekitar jam setengah 8-an. sampe rumah kira-kira jam 9 kurang. karena capek dan mumet akhirnya tewas duluan dan belum sempat ngedit data buat presentasi besoknya.

jam 12 bangun dan nglembur sampe jam 2-an. trus tewas lagi.

pagi-pagi seperti biasanya,

bangun pagi ku terus mandi

tidak lupa menggosok gigi (sikat gigiku hilang, jadi ambil stok lama)

habis mandi kupake baju

tidak lupa makan indomie… hahahaha

nah, pas naeh angkot AT sampe ciliwung aku kebarengan ama anak SMK yang dulu kukenal waktu kerja di sekolahku dulu. ga salah lagi, tuh cewek emang adik kelasku dulu. sekedar info, dulu aku sempet jadi tukang foto sekolah kalo ada acara, entah itu MOS, seminar, dll.

pas MOS aja, aku sering cari referensi (baca: cewek/adik kelas) yang cakep. seingatku banyak juga yang cakep tapi keknya ga begitu nyantol di lidah…

tapi….

ada satu anak yang gimana gitu, dari muka-nya imut, trus penampilannya simple, agak chinese gitu… namanya… bla..bla..bla… hahahaha. coba cari tahu namanya… udah tak kasih tahu kok…

nah, tadi pas naek angkot kebarengan anak itu. seingatku pernah ngobrol sekali ma dia, waktu kerja dulu. seneng euyy!!!

pas di angkot aku duduk di pojok belakang dan dia duduk di belakang supir, alhasil dia ga ngelihat aku. pengennya seh nyapa, tapi ada satu orang di depanku. sungkan lah…

nah, pas ada kesempatan tak foto dari belakang… wong ga bisa moto dari depan. tapi cukup lah buat seneng2an ati… huhuhu… miss u.

amelia_smk5