Arsip Bulanan: Maret 2009

Download’e Gendheng!!!

download_gendheng1delok’en kecepatan (Transfer Rate iku!!!)… gendheng!!!!.

kemaren pas chat ma dodon, ga sengaja mo download software yang ga bisa didownload di kampus (keblokir). biasa, anak2 kebanyakan download pelem2 dari indowebster.com. gendheng poll!!!, download 8 MB cuman 3 detik’an.

ga puas, ta ulang lagi download’e dan siap2 print screen. trus kena deh!!!

Embuh, Posting Opo Iki?

setiap orang mempunyai masalah komunikasi pada dirinya sendiri. bahkan pada seorang pembicara terkenal sekalipun. ada beberapa hal dari diri kita yang tidak bisa kita publikasikan kepada orang lain. bisa dikatakan terdapat dua faktor yang mempengaruhi, internal dan eksternal.

komunikasi menurut referensi yang kubaca beberapa hari ini adalah pertukaran informasi. baik secara langsung atau tidak langsung (direct dan indirect). maksudnya secara langsung si-pengirim informasi mengontrol sepenuhnya apa yang disampaikan, contohnya ngomong kepada orang lain. tidak langsung dapat berupa gerakan bibir, tangan, tubuh (mimik) seseorang ketika berbicara atau hanya mengisyaratkan. intinya kita mengerti apa yang mereka sampaikan.

apakah interaksi non-maya bisa tergantikan dengan hanya Facebook-an/Friendster-an, ato yg laen? Baca lebih lanjut

Dampak Situs Jejaring Sosial


http://www.sciencedaily.com/images/2007/10/071029172856-large.jpg

beberapa waktu lalu, inbox di emailku penuh dengan invitation dari facebook.com. dapetnya dari teman-teman sekampus, trus teman pas SMK dulu, dan banyak kenalan dari kampus lain. semuanya ngajak untuk joinan Facebook (FB). dan aku masih ingat beberapa tahun yang lalu demam yang sama melanda anak muda di Indonesia ini, kita tahu bahwa Friendster(FS) sudah nangkring di ‘top priority’ aktivitas anak muda, yang kemudian datang plurk.com, dan beberapa situs jejaring lainnya.

nah, karena banyaknya email yang masuk dan notabene tiap hari sibuk nge-delete invitation akhirnya kucoba untuk mendaftarkan diri di Facebook.com. mungkin hanya sebatas iseng. setelah beberapa menit (sekitar 10 menitan -karena koneksi di kampus lagi bagus… hehehe) akhirnya aku punya akun di facebook.com. dan ta coba edit sana-edit sini, tapi masih bingung. mungkin baru pertama kali lihat, jadi ga apal letak dan fungsi menu-menunya. Baca lebih lanjut

Eyes Drawing

eyes_drwaing

dari dulu emang aku ga bisa gambar mata, sulit banget. paling-paling dulu gambar matanya Songoku – Dragon Ball. soalnya gampang.

pas kuliah Networking kemarin (ga tau kenapa meka kok diajari Network-Server juga… 😦 ), iseng-isneg gambar mata2 versi anime… ternyata keren juga eyy!!!!

Handphone adalah Surga Bakteri

iseng-iseng blog walking di sini terus nyampe juga di sini

Bacterial Phone
copas dari: http://technoinfoblog.com/03/mobile-phone-the-bactery-paradise/

jika kamu adalah sebuah bakteri, tempat mana yang paling kamu inginkan untuk menetap? sebuah tempat gelap, terbungkus rapat, hangat, selalu disentuh oleh tangan (dan ga pernah dibersihkan?), terkena udara bebas setiap saat? kalaupun itu ada, bisa dipastikan itu adalah HP-mu.

Surga Bakteri mungkin memberikan gambaran kepada  kita bahwa suatu alat yang kita gunakan, kita sentuh dengan tangan setiap saat adalah tempat berkembang biak makhluk mikro ini. bukankah kita selalu bernafas di dekatnya? atau selalu menyentuhnya? atau bahkan tidur dengan HP? dan selalu disimpen di saku yang gelap, hangat, dan rapat… di saku celana.

One in eight of the handsets examined was shown to be carrying the potentially fatal MRSA superbug.

apa itu MRSA?

menurut wikipedia adalah:

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) is a bacterium responsible for difficult-to-treat infections in humans. It may also be referred to as multidrug-resistant Staphylococcus aureus or oxacillin-resistant Staphylococcus aureus (ORSA). MRSA is by definition a strain of Staphylococcus aureus that is resistant to a large group of antibiotics called the beta-lactams, which include the penicillins and the cephalosporins.

MRSA gambar bakteri MRSA di mikroskop

(ga ngerti apa itu MRSA soalnya saya belum baca juga… hehehe)

tapi secara logika memang sebuah alat yang kita sentuh setiap hari dengan tangan kita dapat menjadi tempat berkembang biak sebuah bakteri. seperti halnya dengan keyboard, headphones, jam tangan, mouse, dll.

ada pendapat juga bahwa jika kita memakai handphone yang tidak bersih, itu sama dengan membenamkan muka kita ke dalam toilet -(http://networks.silicon.com/mobile/0,39024665,39407410,00.htm)

terus, apa yang harus kita lakukan?

  • ya, pertama-tama yaitu membersihkan peralatan yang kita pakai dengan lap yang bersih (spekulasi)
  • ato bisa direndam di bak air yang penuh dengan sabun (kidding)
  • yah, paling tidak kita bersihkan secara rutin peralatan yang kita pakai.

karena saya masih belum tahu tentang anti-bakteri yang ada di pasaran, mungkin postingan ini cukup sampai di sini.

kalo ada yang nemu solusinya, komen yooo!!!