Insomnia…

sepertinya aku mengalami insomnia kondusif… hahaha aneh2 aja penyakit’e

*sebentar-sebentar… lagi Adzan Subuh.

sebenarnya ada beberapa gejala yang menunjukkan bahwa penyakit ini melekat pada diriku beberapa waktu lalu -ketika sudah kecanduan internet stadium 4 dan hampir segala aktivitas kacau gara-gara insomnia tak terkontrol ini.

ketika ada kesempatan untuk nge-net (ber-internet ria) maka tanpa pikir panjang aku pun akan pergi ke cafe di Sawojajar atau di Warnet dekat kosan di Galunggung. mendengar kata internet pun otak sudah membuat program singkat yang proses eksekusinya membutuhkan sepersekian kecepatan prosesor Dual Core terlebih prioritas dalam urutan pertama alias urgent.

ditambah lagi sekarang sedang melaksanakan program KKI di luar kota yang notabene Internet adalah barang semi-mewah. maklum, beberapa bulan yang lalu, pada saat KKI pertama, internet tidak dapat ditemukan di area magang-ku. walaupun sekarang sudah ada, namun bukan termasuk hal penting seperti sembako ato BBM.

dari situ, harddisk yang ada di dalam kepala ini penuh ditempati draft-draft opini, ide-ide, atau apa saja yang ingin dituangkan ke dalam blogs gratisanku. ada banyak pengalaman yang membuat tanganku gatal akan pencet-pencet’an tuts keyboard laptop dan mengelus-elus mouse kesana kemari.

parahnya juga, beberapa jam yang lalu, aku baru saja mengalami perjalanan yang jauh dari tempat magang,. di dalam bis aku duduk berjam-jam tanpa bisa memejamkan mata sedikitpun karenabayangkanku sudah berada di depan laptop sambil meng-klik mouse berkali-kali.

walaupun rasa kantuk menyerang sedikit demi sedikit, namun apa daya mata dan tangan tak mau dirayu. status YM online pun tetep dipajang. hahaha

satu hal yang membuatku senang melek di malam dan pagi hari adalah timbul ketenangan antara pikiran dan hati ketika mendengar suara sunyi (haha… ngaco) di keheningan suasana. bila dibandingkan dengan tumpukan harmonitas bunyi yang tak beraturan mendengung ke dalam telinga di siang hari… membuatku tidak nyaman…

hmmmmm…. I’m still Insomnia…

Nixon Digital Camera in My Hand!!!

Nixon Camera

wowww!!!!

I just wanna say, it’s awesome.

ketika aku pengang kamera DSLR Nixon… (lupa.. hehehe) punyaan Pak Sipul, salah satu pegawai pabrik di tempatku magang. tanganku gemeteran dan aku sendiri kagum dengan kameranya yang kebanyakan tombol, secara otomatis menunya juga banyak…

*whuuuihhh… masih ga bisa melupakan gegap gempita gara2 pegang kamera SLR beneran… wakakaka

ceritanya Pak Sipul dulu ngikutin jejak Ayahnya yang juga seorang fotografer keliling di Probolinggo. nah, berawal dari situ, beliau mencoba untuk mengembangakan usahanya dan mempelajari lebih jauh tentang dunia fotografi

hasilnya…

sekarang sudah punya studio foto sendiri, 6 kamera analog Canon(termasuk kamera pertama kali) plus 2 kamera DSLR Nixon smua. nggak tahu, katanya Nixon lebih bagus dari Canon soal reduksi Noise…

*kalo aku seh mau2 ae dikasih yg mana aja…

gara-gara pegang kamera SLR, jadi mupeng berat…

gambar: http://bp2.blogger.com/_MDx0VUy76-w/SGhOspPOFHI/AAAAAAAAAVY/jlkzlh67ac4/s320/nixon+d60.jpg

Psikolog Muda

hari jum’at malam di bulan desember adalah hari pertama aku berada di tempat magang. jika tahun lalu selalu pulang, karena ada yang butuh bantuan untuk Tugas Akhir dan kangen2an, sekarang berbeda. ga ada yang dikangenin.. hahaha

ceritanya habis maghrib, kami mo cari makan, ma Eko temenku se-kosan. nah ceritanya dimulai ketika kita melewati lapangan dekat pabrik. secara ga sadar kita dipanggil oleh seseorang di depan rumah dinas pegawai pabrik. rumahnya ga begitu terang, seperti ga ada penghuninya. tapi ada orang duduk2 di buk teras(pagar dari bata yang bisa diduduki) depan rumah

“he, mas… sini!!!”

kaget tapi kita berjalan ke sana, karena menghormati orang sana. kukira itu adalah rumahnya. ah.. mungkin orang ini pengen tanya2 siapa kita.

kita pun ke sana, dan dengan sopan aku menyapanya…

entah darimana awalnya, tiba-tiba orang itu mengatakan sesuatu tentang masa depan pabrik dimana kita magang. aku bisa mendengar bahwa omongannya sangat berat dan dalam. seperti filosofi yang sudah meneliti keadaan suatu industri dan sekarang membabarkan buah pemikirannya. itu yang membuatku tertarik dan sebenarnya pengen ngobrol dengannya

“kamu butuh kertas apa? kertas buku, uang, koran, atau yang lainnya?” tanyanya

keanehan mulai kurasakan ketika beberapa orang lewat di depan rumah dimana kami berdiri. pandangan orang-orang itu seperti melihat sesuatu yang aneh. jangan-jangan aku berdiri di depan sesuatu yang ga tampak. atau apa gitu… tapi aku lihat, bahwa orang itu nyata, dan memang benar-benar ada.

setelah itu beberapa pikiran muncul bahwa orang itu gila, entah kenapa ketika aku tanya sesuatu, dia menjawab yang bukan jawabannya. dan selalu mengatakan hal yang berputar-putar dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh orang awam. tugas suci-lah, tugas khusus-lah, bahwa akan ada perang di pabrik ini… hahaha… temenku satunya, yang sudah dua kali minta ijin untuk pamit (dan selalu ditolak) akhirnya pamit dan pergi secara paksa.

sebenarnya aku pengen duduk di depannya dan ngobrol banyak, tapi karena hujan akan turun dan kita mo makan, akhirnya kuikuti temenku, dan aku yakin bahwa orang itu gila…

setelah berada di tikungan, aku menoleh ke orangnya dan berharap orang itu tidak ada, namun memang benar, bahwa orang itu benar-benar ada.

nah, konyolnya… setelah sampe di kos, temenku tanya bahwa pak ujang (setelah tadi ta tanyain namanya) itu sapa… bu kos malah ketawa, dan bilang bahwa orang itu gila karena stress. katanya orang itu pintar dan mempunyai banyak keinginan, namun ga kesampaian. wong dia katanya ketrima PMDK di salah satu universitas di malang

akhirnya aku percaya 100 persen bahwa orang itu gila…

ternyata… aku berbincang-bincang dengan orang gila (kok ga nyambung-nyambung)… oalah… preketek…

pelajaran yang bisa kuambil:

yah…kalo mo jadi psikolog itu harus bicara dengan orang gila…

The Rule of Love

barusan nemu sesuatu yang apik di internet…

kiss on the lips = i love you

kiss on the ear = you are special

kiss on the nose = laughter

kiss on the cheek = friendship 

kiss on the forehead = I comfort you

kiss on the neck = I want you

kiss on the shoulder = you are wonderful

kiss anywhere else = be careful

play around with hair = can’t live without you

hidding hands = happiness

arms around waist = you are mine, I need you

a hug = a care

nibble on ear = start warming…!!!

smiling at eachother = I like you

lifting up eyebrows/wink= flirtation

looking around = hiding true feelings

tender kiss on the side of your lips = you’re mine

wetting your lips = waiting 4 a kiss

tear drop = I’m loosing you

crying = I lost you

Logical and Rational

Assalamualaikum…

Hari Jum’at kemarin saya mengikuti sholat Jum’at di dekat sebuah kampus di Malang. ada beberapa hal yang ingin saya utarakan di blog ini mengenai topik dan pemikiran-pemikiran yang menggugah idealisme serta keyakinan saya terhadap beberapa aspek di kehidupan ini.

topik yang kebetulan nyambung saat itu adalah agama saya, Islam berada pada area Rasional, bukan mistik. penjelasan Khotib cukup jelas bahwa kita sebagai umat muslim mempunyai Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup. aspek apapun yang ada di kehidupan kita terdapat pada kedua mukjizat tersebut. 

banyak dari kita menganggap bahwa jika kita mempunyai masalah dan pergi kepada orang yang lebih tahu -di sini yg ta maksud adalah Pak Haji, atau Pak Ustadz. misalnya ada sebuah perusahaan yang kemalingan, dan menelan kerugian yang sangat besar. kemudian salah seorang pegawai menemui seorang Ustadz, misalnya. dan pegawai tersebut di berikan print-out Surat Al-Fatihah dan disuruh untuk menempel dan membaca tiap hari di kantor. dengan tujuan agar tidak kemalingan lagi. nah… fakta yang diberikan oleh Khotib tersebut sangat menarik, bahwa tidak ada hubungannya Surat Al-Fatihah dengan Pencurian. apakah itu rasional… bisa dianggap bahwa kita sudah meyakini Pak Ustadz tadi lebih dari agama kita sendiri, terlebih Allah SWT.

satu hal yang menarik yang membuat saya berpikir sampai saat ini adalah apa yang terjadi pada masyarakat sekarang ini. kita mengaku Islam dan beragama, terlebih lagi beriman dan bertaqwa, namun jika ditilik dari sudut pandang yang teliti sebenarnya tak lebih dari pengakuan lisan dan keyakinan yang masih dalam proses.

Islam kita adalah Islam generasi, karena pendahulu kita memeluk agama Islam. dan itu bukan sebuah masalah, karena merupakan sebuah proses dalam menjadi Islam yang sebenarnya. tapi, yang ingin saya utarakan adalah prosesnya.

sebuah proses yang bisa dianggap kurang efektif dan efisien dalam masyarakat kita.

sebagai contoh, pas Sholat Jum’at kita selalu diberi pengarahan (ceramah) mengenai agama yang berisikan Firman-firman-Nya dan Hadist Rasulullah SAW. namun bagi saya itu hanya sebatas mengatakan ulang apa yang terdapat pada rangkaian pidato Jum’at sebelum-sebelumnya.

selalu dan selalu hanya lantunan ayat-ayat suci, tanpa disertai fakta dan pemikiran logis serta rasional. bagi saya, apa yang disebut pemikiran logis dan rasional tersebut sangat penting dalam sebuah penyerapan informasi apalagi kita di sini berbicara tentang keyakinan terhadap suatu agama. seringkali saya mendengar berbagai opini kuat tapi lemah dalah fakta logis dan rasional, dan hanya mengandalkan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an.

bukankah Al-Qur’an tersebut sangat kompleks dan perlu kita kaji untuk mengerti maknanya kemudian kita bahasakan kepada yang belum mengerti agar mereka tahu makna yang terkandung di dalamnya…

semoga kita semua diberi Hidayah-Nya… Amin…

Wassalamualaikum…

tulisan ini hanya opini saya, maaf jika ada kandungan di dalamnya yang menyinggung golongan sesuat. tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan sesuatu… saya hanya ingin belajar… terima kasih