audience rules of design

pengetahuan secara umum

  1. usia dalam desain memegang peranan yg tidak kalah penting. pembaca yang lebih muda (anak2) lebih bisa membaca tulisan yg lebih besar, karena mereka masih belum bisa membedakan karakter dan memahami kata-kata
  2. pembaca yg lebih dari 40 tahun memiliki masalah mata, minimal gunakan ukuran 14 untuk membantu dalam membaca
  3. pastikan bahwa terdapat pemisahan visual yang baik antara background dan kata-kata. hindari warna yang terlalu terang dan kontras. juga background yang membingungkan
  4. disain yg baik dan konten yang baik akan membuat produk yang baik pula
  5. kenali audience. kedengarannya sederhana, namun seringkali kita tidak tahu apa yang mereka inginkan atau bagaimana cara terbaik untuk menerima pesan mereka
  6. kemampuan membaca dapat mempengaruhi sebuah disain. lebih khusus lagi bahwa layout dari sebuah halaman tidak dapat mempengaruhi orang untuk membaca (atau siapa yang tidak suka membaca)
  7. berikan ruang kosong (white space), karena akan membantu dalam membedakan kolom dan beri tanda kutip pada penafsiran atau untuk menyimpulkan isi. gunakan warna yang berbeda untuk mengkategorikan isi
  8. kita tidak membuat sebuah disain untuk diri kita sendiri, namun untuk mengkomunikasikan kepada yang lain. ketahui apa yang mereka butuhkan, kemampuan dan ketrampilan kedalam kamus-disain ketika mengembangkan sebuah disain
  9. pertimbangkan perbedaan kebudayaan audience. budaya barat membaca dari kiri atas ke kiri kemudian ke bawah. budaya asia membaca dari kanan atas dan kemudian turun. kebiasaan dan orientasi dari sebuah kebudayaan sulit untuk dirubah dan ditolak.

lagi…

  1. ingat: sebuah proyek yang brilian yang selesai setelah deadline mungkin tidak akan pernah bisa melihat cahaya lagi
  2. “jika waktu menjadi sesuatu yang sangat berharga; membuang waktu adalah keharusan, seperti yang dikatakan Poor Richard, sebuah dosa yang sangat berat, seperti yang dikatakan kepada kita di lain tempat, kehilangan waktu tidak akan pernah ditemukan lagi” –Benjamin Franklin
  3. jangan sampai disain yang buruk merusak isi yang bagus
  4. siapkan diri untuk membuat revisi yang banyak. mulai dengan konsep yang besar, dan lakukan sampai menghilangkan semua kesalahan
  5. jangan lupa bahwa konsep dan isi adalah semunya
  6. konsisten, bantu pembaca untuk mengenali, mengidentifikasi, dan memahami pelbagai jenis informasi yang berbeda
  7. disain adalah evolusioner (berubah), jadikan kesalahan menjadi sebuah kesempatan
  8. jangan bermain sulap. disain yang bagus dapat memperbaiki isi yang buruk, namun hanya sesaat
  9. minta tolong kepada orang lain untuk mewakili audience untuk meninjau materi
  10. ingat, “saya suka itu…” bukanlah alasan untuk memasukkan sesuatu ke dalam disain. logika, kejelasan, dan arti yg harus menuntun sebuah disain
  11. jika ingin benar-benar berbeda, lakukan dengan benar
  12. buatlah sesederhana mungkin
  13. masukkan elemen layout saja dan sertakan pesan untuk keterangan
  14. ingat, disain dibuat untuk mengklarifikasi dan mendukung sebuah isi
  15. gunakan alat-alat grafik seperti white-space, kaidah-kaidah, gambar, dan layout untuk membantu pembaca mengerti isinya
  16. gunakan alat-alat grafik untuk menuntun pembaca kepada materi

batasan tepi

  1. gunakan garis tepi ketika menyusun dan menarik perhatian dari informasi (kek: daftar isi, kalender, catatan dll)
  2. sediakan batasan tepi dari teks dan disain untuk membuat ilusi garis tepi
  3. tarik perhatian pada kotak atau gambar dengan menggungakan bayangan (drop-shadow)

directional flow (arah)

  1. buat aliran-mata dengan aturan garis dan jenis garis. jangan lupa untuk menggunakan garis sampai ilustrasi
  2. buat aliran-mata “Z” sebagai pola pembacaan (budaya barat) untuk penempatan informasi yang strategis. dimulai dari kiri atas, kemudian ke kanan kemudian ke kiri lagi, dari atas ke bawah

fokus

  1. tarik perhatian pembaca pada elemen informasi dengan membedakan ukuran, warna, dan posisi halaman. tentukan bahwa elemen tersebut mempunyai fungsi untuk mendukung isinya.
  2. gunakan ketebalan, besar dan/atau grafik sebagai komposisi fokus. gunakan juga visual yg berbobot, intensitas, atau warna untuk fokus

dari tetangga sebelah… semoga bermanfaat

2 thoughts on “audience rules of design

  1. aR_eRos

    sek ya komen’e kapan2 ae. sekarang lagi gencar2 promo alamat blog yang baru hohoho

    permisi, numpang beken ya. nitip alamat blog yang baru http://www.ingateros.com. alamat’e sajah yang baru, kalo blognya tetep amburadul hehe. lebih beken lagi kalo di tempel ke blogroll hehe *ngarep* biar ikut beken juga.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s