percaya apa terserah?

seringkali kita mengalami berbagai permasalahan dalam hubungan, dan yang tak bahas di sini adalah ‘pacaran’. siapa pun remaja di dunia ini pasti demen yang namanya pacaran. wajar dan normal. tapi jangan sampai berlebihan. maksudnya berlebihan ya… kita terlalu mengerahkan semua tenaga kita untuk si doi, hanya karena ia adalah tayang kita… huhuhu.

salah satu permasalahan yang sering timbul adalah masalah kepercayaan dan kekhawatiran. keduanya saling berhubungan dan saling mengakibatkan satu sama lain. kekhawatiran selalu timbul ketika kita sedang memikirkan se-suatu/orang. entah itu kita pengen tahu keadaannya, ato malah mikir yang enggak-enggak.

nah, kalo alasan yang kedua ini yang bikin kita tambah khawatir dan malah mikir yang enggak-enggak.

misalnya co/ce kita lagi ga sama kita, trus keluar ma temen2nya yg kebetulan banyak lawan jenisnya (jujur aja, sebenernya aku juga sering mikir seng macem2 kalo keadaannya gini… hahahaha). trus kitanya jadi mikir yang enggak-enggak. kasusnya seperti ini

nelpon dia… trus dia jawab ma temen2 (kerjain tugas)

5 menit lagi nelpon… trus dia jawab sama…

5 menit lagi nelpon (dengan nada interograsi)… trus jawabannya juga sama (tambah sewot juga) -padahal kita tahu kalo ia lagi ngerjain tugas dan itu memang sebenarnya…

ketika kita terlalu merasa khawatir dan membiarkan rasa itu menguasai keadaan, maka kita nggak akan bisa melihat keindahan dan merasakan semangat hidup di sekeliling (kalo ga salah aku liat di koran).

satu lagi point yang harus dikuasai benar dalam berhubungan yaitu kepercayaan -kepada pasangan kita. kita percaya bahwa mereka adalah orang yang terbaik untuk kita dan sebaliknya juga dapat menjaga kepercayaan kita. kepercayaan di sini bukan sembarang meletakkan kebebasan terhadap mereka dan juga tanpa alasan. namun kita berusaha untuk memberikan tanggung jawab kepada mereka, sekaligus membuang beban-khawatir yang ada dalam diri kita.

aku pernah membaca di sebuah buku, bahwa pikiran positif akan menimbulkan energi positif dan menguntungkan diri kita juga pada akhirnya. nah, pelajaran itulah yang sedang aku terapkan dalam berhubungan dengan siapa saja. hasilnya juga bagus, kita balik menjadi orang yang mempunyai karakter ketika menjalani sebuah hubungan dengan orang lain. dan orang lain juga nyaman dengan kita.

soal pacar, aku memang kalah pengalaman dari pembicara2 soal romantisme lainnya. tapi ada sesuatu yang mungkin dapat diambil hikmahnya. bahwa mempercayai seseorang itu sebenarnya melatih diri kita untuk lebih dewasa.

tapi kalo si ce/co udah dikasih kepercayaan trus menyalahgunakannya ya…. pedhot ae... ga usah dikasih ati (apalagi rempelo)… mendingan lalapan lele aja… hahahaha.

jodoh itu nggak akan lari kemana, tinggal berdoa ma Yang Maha Kuasa dan berusaha sebaik mungkin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s