Arsip Bulanan: Oktober 2008

Dorong dan Tarik

sebelumnya tulisan ini sudah kusiapkan beberapa hari yang lalu, ketika begadang di warnet. namun kala itu lagi males dan nguantuk pol, jadi ga jadi deh… (hahaha…mbulet)

begini ceritanya…

pas kuliah M&R (maintenance and repair), dosenku nyeletuk ringan nan sekilas, tapi langsung nancep ke ‘utek-ku’ (bhs jawanya ‘otak’). beliau ngomong2 soal memindahkan sebuah barang yang berat. teorinya “mendorong itu lebih enak daripada menarik”. 

setelah dipikir2 bener juga. sambil membayangkan mendorong mobil dan menarik mobil. enakan yang pertama. nah, trus gimana ceritanya kok tiba2 nyambung ke acara asmara. (hahahaha…. kayaknya aku bakat jadi konsultan hubungan, ato psikologi. )

dan memang benar, setelah ditelaah lebih lanjut, kalo kita ingin dekat dengan seseorang (hal ini berlaku untuk sesama atau lawan jenis) buat agar dia yang menyukai diri kita. dengan kata lain doronglah dia untuk menyukai kita. bukan sebaliknya, yaitu menarik seseorang untuk suka -kata memaksa lebih tepat untuk hal ini. seperti kita terlalu memaksa diri kita agar disukai orang lain (maka kamu nggak akan jadi dirimu sendiri).

doronglah dan jangan dipaksa… (hahahaha… pikiran ngeres mulai timbul nih di utek)

Nginstall Flash Player di Google Chrome

bagi yang menggunakan Google Chrome sebagai browser yang sering digunakan, Plugin Flash Player masih belum bisa di-install secara otomatis kek di Firefox atau Opera.

Caranya begini

  1. Donlot flashplayer-win.xpi
  2. rename file tadi dengan ekstensi .zip
  3. ekstrak ke sembarang lokasi, trus
  4. pilih flashplayer.xpt dan NPSWF32.dll files, kemudian copy (klik kanan, trus copy)
  5. Pergi ke installan-nya Google Chrome di > C:/Documents and settings/”Username-kamu”/Local Settings/Application Data/Google/Chrome/Application/Plugins/
  6. trus paste di situ.
  7. tutup Google Chrome dan buka kembali.
  8. tes di Youtube.com

sumber dari sini

Aku Jatuh Cinta

Awalnya tak mengerti apa yg sedang kurasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
Sejak kau hadir di setiap malam di tidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padamu…

itulah penggalan dari lagu milik Roulette – Aku Jatuh Cinta yang terus diputer saat ku naik mikrolet (angkot) menuju jalan perjalanan pulang beberapa hari yang lalu. sore itu sudah hampir maghrib dan agak gelap (karena emang kacanya ditutupi lapisan gelap) sehingga tampak lebih gelap. nah, entah apa mimpi apa kemarin malamnya, hari itu aku seneng banget… (pas pulang thok… kalo kuliah dibawah standar biasa…).

aku kebarengan cewek cakep dan cantik (wes pokok’e standarku lah) mulai dari terminal arjosari sampe mo turun di lokasiku turun. dalam angkot aku ngga berani ngapa2in selain duduk manis memandang jauh ke belakang di balik kaca gelap. yang ada cuman cahaya lampu sepeda motor dan mobil2 yang berjalan.

meskipun gitu, hatiku berteriak kegirangan dan akhirnya….

Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sunguh sungguh cinta oh apa adanya
Tak pernah ku ragu namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku jatuh cinta kepadanya

Princess Garnet

di balik jendela aku melihat dia duduk di teras depan bengkel tekstil sedang bercanda dengan teman-temannya. jam istirahat di kelasku masih belum dimulai, tapi jiwaku sudah keluar dan berada tepat di depannya. kuamati wajahnya yang membuat jantungku berdegup kencang, bibirnya yang merah muda kehalusan dan rambutnya yang sangat indah. sayang, aku hanya bisa melihatnya dari jauh

hari ini sudah lama sekali aku tidak melihat wajahnya lagi. dia yang selalu membuatku memikirkan bagaimana agar aku bisa berbicara dengannya, walaupun sepuluh detik, tidak… sedetik pun aku senang. sebut saja namanya Garnet (Final Fantasi IX) karena poni dan rambutnya hampir sama dengan dia. terakhir kali kami bertemu kurang lebih setahun silam ketika aku bekerja di sekolahku sebagai teknisi komputer, dan ia mengantarkan adiknya untuk daftar di sekolah itu. aku tidak menyangka bahwa ia akan mengingatku bahkan menyapa seseorang yang tidak percaya diri, bahkan untuk menyapa dirinya sekalipun. dia cantik, lembut, entah definisi apa lagi yang bisa kujelaskan ketika melihat wajah dan mendengar suarnya. semuanya terasa begitu hampa dan ringan.

kucoba mengingat-ingat ketika aku menggoreskan pensil 2B ku di kertas gambar A4 dengan penuh kesabaran dan ketelitian. kugambar wajahnya seperti apapun bayangan yang tampak di depan mataku. dan suatu hari aku memberanikan diri untuk berterus terang bahwa aku menyukainya. dan ingin kuhadiahkan jerih payahku kepadanya saat itu. segalanya tampak begitu indah ketika kubayangkan permukaan perasaanku.

namun, keberanian seakan lenyap ketika aku berjalan ke arah seorang yang aku sukai selama ini. langkahku begitu ragu dan berat seakan ingin berbalik arah dan sembunyi dari wajah-wajah yang melihatku. hampir semua teman di kelasku mengetahui bahwa aku menyukainya, tapi tidak punya keberanian untuk mengatakannya. mereka mendukungku.

tapi, tekad ini sudah bulat, apapun yang terjadi aku hanya ingin menyampaikan perasaanku lewat kertas putih polos yang tergambar wajahnya. aku belum pernah menggambar wajah sedetail itu. begitu cantik.

dan hal yang paling kuingat ketika kupindahkan kertas bergambar kepada tangannya adalah senyuman malu yang manis dari dirinya, sambil menunduk menatap sepatu kami. lalu aku hanya bisa pergi secepat mungkin untuk mengatasi perasaanku sendiri. seperti es krim yang leleh karena panas, perasaanku sangat senang tapi cemas, malu, bangga kegirangan. entah sepertinya aku merasa seperti memenangi kejuaraan basket se-malang raya dan mengangkat trofinya.

setelah itu aku lupa yang terjadi… hanya senyuman seper sekian detiklah yang membuatku mengingat begitu lama waktu yang aku lalui.

prioritas hidup

suatu saat aku ditanya apa yang menjadi prioritas hidupmu saat ini oleh salah seorang temanku.

“maksudmu, prioritas dalam jangka pendek ato panjang?” aku balik bertanya

“pendek  aja dulu, baru panjang”

“kalo pendek, pengen lulus kuliah cari kerjaan yang enak sambil ngembangin bakat dan hobi” jawabku

“trus kalo panjangnya?” tanya temenku lagi

“nikah trus kawin… hahahaha” aku ngakak sambil makan gorengan anget2 di pinggir jalan

sampe hari ini pun sempet kepikiran tentang prioritas hidupku sendiri. kadang begitu banyak prioritas yang timbul dari diri sendiri, sampai bingung mana yang harus didahulukan. karena menurutku semua itu harus dicapai dan penting. kalau sudah begitu, bingung dan akhirnya kelabakan sendiri karena deadline sudah semakin mendekat.

biasanya hasil yang dihasilkan enggak maksimal karena dadakan tadi. dan itu selalu hampir terjadi dalam hidupku…

gimana menurut anda?