Kekurangan-nya Semakin Bertambah

ingatkah kita pada saat pertama kali mengenal seseorang yang sangat kita sukai? apa yang selalu kita lakukan di depannya? seringkali kita salah tingkah, cari perhatian agar dia melirik kita walaupun sekejap, selalu memikirkan dan membicarakanya di manapun kita inginkan. intinya, kita selalu terbawa perasaan senang ketika mengingatnya…

setelah berstatus lebih dari teman biasa, bisa dikatakan sahabat -walaupun antara pria yang menyukai seorang wanita sahabat adalah label lain selain pacar. kita merasakan sesuatu yang sangat luar biasa. segalanya terasa indah, menyenangkan. apapun kita korbankan untuk menyenangkan hati sang ‘sahabat’. tidak peduli berapa besar resiko yang muncul, pikiran hanya mempunyai program eksekusi ‘pokoknya dia senang’… itulah yang terjadi dari sekian banyak contoh di sekitar saya.

jika hubungan memasuki masa keberlanjutan yang cukup lama -saya tidak bisa memastikan ‘lama’ di sini berapa waktu, karena tiap orang memiliki karakter berbeda-beda. akan tetapi, ketika kelanjutan hubungan kita memasuki ‘lama’ tadi, adakah perubahan yang muncul dari diri masing-masing.

ouch!!! atau bisa dikatakan sikapnya mulai membosankan. apa yang dulu sering kita pikirkan dari dirinya sangat menyenangkan, kini terasa hambar, bahkan hampir membosankan. tidakkah kita merasa bahwa dia juga berpikir seperti itu? bosan?

seperti yang dikatakan oleh Einstein, tentang apapun yang menjadi penyebab, pasti akan menimbulkan akibat. kita merasa bosan, kemudian secara tidak langsung kita akan berpikir dan melihat dengan jelas ‘kekurangan’ yang ada dalam dirinya. jika beberapa waktu dulu kita selalu memikirkan kecantikannya, sikap lembutnya, kesopanannya, dan sifat-sifat lain dari dirinya… kini kita selalu melihat dirinya dari sifat-sifat jeleknya. seperti apa yang dilakukannya secara tidak sengaja adalah label ‘judgment’ yang pantas dianugerahkan kepada dirinya? lalu, apakah dia juga merasa seperti itu?

kenapa?

karena pada saat pertama kali, kita dan dia menyembunyikan kekurangan dan kejelekan masing2. kekurangan selalu ditutup-tutupi…

kemudian, apa yang anda lakukan?

  • menyalahkan keadaan… bahwa segala sesuatunya selalu seperti ini?
  • atau, menyalahkan diri sendiri? karena tidak bisa menemukan orang yang lebih baik? lalu apa yang anda pikirkan ketika manjalin hubungan dengan dia?
  • atau menerimanya dengan segala rasa kasih sayang, mencoba memperbaiki keadaan, berusaha membuatnya baik-baik saja. menerima apa adanya…

kita bisa saja membohongi diri sendiri saat ini, tapi kita akan merasa terbebani terus menerus…

jadi, apapun keadaannya, terima apa adanya…

One thought on “Kekurangan-nya Semakin Bertambah

  1. michan

    hhmmm… artikel yang menarik, man….

    Pada saat berhubungan dalam hal ini “nge date” memang kita harus terbuka.. We cant have relationship based on lies….
    But… kalo dibilang semakin lama kekurangan nya semakin jelas, bukan berarti kita menutupin kekurangan,, tapi memang pada saat hubungan semakin jauh kita merasa semakin nyaman sehingga apa yang ada dalam diri kita, kita berpendapat bahwa pasangan ato teman kita akan feels okay.
    Menurut ku justru salah besar kalo dalam awal pertemuan kita blak-blakan tentang diri kita.. SAPA ELO gt?? yang perlu kita lakukan adalah… NEVER HAVE RELATIONSHIP BASED ON LIES!

    well… dan semua kekurangan kelebihan pasangan pada saat kita berusaha memberi pengertian… pasti menjadi romansa tersendiri…

    ^_^ michan

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s