Etika Berteknologi

pagi ini saya mendengarkan kuliah mikroprosessor di kampus. Pak Sugiono kebetulan mengajar di kelas kami. beliau menjelaskan teori dasar tentang mikroprosesor yang -saya yakin semua anak di kelas kami lupa, karena kebanyakan liburan. hahaha…

sampai pada suatu hal, obrolan pun semakin enak disimak. salah satunya adalah etika dalam berteknologi. maklum, kita sendiri jika lulus (amin) akan menjadi guru di sekolah masing-masing. dan tidak hanya dituntut untuk menguasai materi, namun juga harus menjadi orang yang mampu beretika dalam berteknologi.

definisi etika adalah

Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Bagi ahli falsafah, etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral, dan moral adalah sistem tentang motivasi, perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer, filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya, karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar.

Bagi sosiolog, etika adalah adat, kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan amsyarakat, serta bertindak dengan cara-cara yang profesional, etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat.

Bagi eksekutif puncak rumah sakit, etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain, terhadap organisasi dan staff, terhadap diri sendiri dan profesi, terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. Kriteria wajar, jujur, adil, profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit.

Bagi asosiasi profesi, etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. (http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_Nikomakea)

nah, pada suatu keadaan dimana kita didapati menguasai teknologi dan macam-macamnya, ada satu hal yang membedakan orang itu baik dan tidak baik. etika…

orang dapat dikatakan baik apabila beretika dalam keadaan apapun. dan juga dengan sebaliknya. sebagai contoh, kita sering mendapati, mendengar dan melihat orang tidak beretika dalam melakukan sesuatu. Lumpur Lapindo misalnya. menurut sejarah dari orang-orang pemikir, bahwa perusahaan lapindo -yang menyebabkan banyak jiwa kehilangan kehidupan mereka, tidak beretika.

kenapa?

dari fakta yang didapat bahwa pihak terkait mengabaikan standar pengeboran di areal pemukiman sehingga mengakibatkan kerugian yang sangat besar. standarnya adalah memakai pipa pelapis untuk mencegah jika terjadinya kebocoran. apabila terjadi kebocoran, maka kita tinggal menyumbat mulut pengeboran tersebut. akan tetapi karena proyek murah yang ditawarkan oleh pihak pengebor, sehingga tidak dapat membeli pipa pelapis, akhirnya pengeboran dilakukan tanpa pelapis. dan… jika terjadi kebocoran seperti sekarang ini, kita hanya bisa melihat…

itu adalah salah satu contoh sikap tidak beretika dalam berteknologi… sudah seharusnya kita dapat mengambil pelajaran yang terkandung di setiap masalah yang ada.

jadi menurut saya, etika lebih penting daripada tingkat kecerdasan kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s