R & P

saya pernah mengalami yang namanya sekolah menengah, kebetulan di kejuruan. nah pada saat itu (yang masih anak kecil) saya menganggap bahwa sistem yang diaplikasikan terhadap siswa di sekolah saya sedikit memaksa. yaitu dengan memberikan peringatan dan hukuman (punishment) kepada siswa yang melanggar. ada ketidaksetujuan terhadap pemberlakuan sistem yang ada pada lingkungan pendidikan tersebut. mungkin jika kita mendapati pendapat guru saya (yang waktu itu) sebagai guru BP (counselor) bisa dibilang saya terlalu mengada-ngada. buktinya saya sering kena hukuman ketika terlambat…

lepas dari itu, ketika kita menjadi orang yang terpojok -dengan sebuah kesalahan dan orang men-judgment kita atas kesalahan tersebut, maka bisa dipastikan kondisi emosi dan fisik kita akan menurun. coba bandingkan dengan sebuah perumpaan kita dipuji saat kita membuat sesuatu yang berarti. kelebihan atas sikap memojokkan (alih-alih untuk memberikan nasehat) membuat kita tidak akan bisa berkembang dan memperbaiki diri. pun, tidak semua orang seperti itu, akan tetapi bisa dibilang, kebanyakan… hal ini baru dapat saya rasakan ketika menginjak dunia per-kuliahan. bagaimana seorang instruktur memberikan keleluasaan dan reward-punishment? semuanya dapat membuat saya lebih termotivasi dan berkembang ke arah yang lebih baik.

mungkin sudah saatnya sistem pendidikan orde baru dihapuskan dan diganti dengan sistem pendidikan yang menyesuaikan kondisi… (istilah pribadi..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s