Inside of Analog Electronics

resistor dan transistor menjadi momok kedua setelah rangkaian bilangan yang biasa disebut ‘integral‘ menyerang saya selama seminggu ini. memang hanya membutuhkan waktu 8 jam setiap hari untuk menghadapi ketakutan terbesar saya –atas dunia kepastian. tapi setidaknya otak ini telah memberikan batasan yang tidak seharusnya dilakukan ketika tuntutan menjadi prioritas utama. belum terbiasa… itulah kalimat yang sedang ada dalam pikiran dan hati saya, dan saya gunakan untuk menghadapi segala persoalan ‘eksaktisme‘ dalam dunia perkuliahan.

salah satunya adalah resistor dan transistor. entah kenapa hanya dengan dua jenis komponen ini, dosen pengajar rela menghabiskan isi spidol boardmaker dan menghapus ulang papan berkali-kali hanya untuk menunjukkan bahwa mereka (resistor dan transistor) patut untuk kita kaji lebih dalam… dan hanya dengan dua komponen ini, saya merasa dunia akan berakhir dengan mentoknya daya pemikiran saya tentang dunia elektronik.

tapi tak ada yang tak berhikmah. ternyata, bila dilihat dari dalam, sebuah sistem yang menggabungkan dunia eksaktisme dan yang berbau itu menyimpan banyak pesan kepada semua orang. diam-diam, saya berpikir bahwa semuanya pasti ada hikmahnya, bahkan kejadian yang paling buruk sekalipun.

dan hikmahnya adalah… saya bisa lanjut ke semester berikutnya bila mata kuliah ini lulus… hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s