Arsip Bulanan: Maret 2008

kuliah…kuliah…lagi…

hari ini (sabtu) saya kuliah lagi. akhirnya sampai ke sekian kalinya, kuliah dengan mengikuti kurikulum baru yang diadopsi dari kampus tetangga (IT*)-yang bisanya hanya nuntut ga jelas dan nggak mo kalah. dengan perubahan yang nggak jelas, akhirnya jadwal kuliah terbengkalai selama 2 minggu. untuk urusan jam kosong seh nggak masalah, tapi nyaur utangnya itu yang bikin pusing. jadwal selama seminggu kacau hanya karena pergantian jadwal sehari… yahh… IT* Jancoookkk!!! (pengen buat kaos trus ada tulisannya gitu, trus tak pake di kampus tetangga…)…

dan hari ini adalah hari paling melelahkan otak kiri. gimana nggak, pagi matematika sampe siang, habis itu analog elektronika sampe sore yang pelajarannya hanya ngutak-ngatik transistor dan resistor, tapi papan sampe dihapus berkali-kali untuk membahas satu rangkaian. duhhhh…

bukan berarti orang nggak kreatif kalo nggak enjoy…

temen2 akhirnya berkolaborasi dengan sesuatu yang ada didekatnya untuk mengusir kebosanan, ngantuk. ada yang maen HP, ntah sms-an ato misscall2. trus aku keluarin camera untuk merekam wajah-wajah ‘butek’ dan ‘aras-arasen’. aneh… selama melakukan dosa tersebut (dengan tidak memperhatikan dosen) saya jadi nggak ngantuk lagi….

angkot, love u…

angkot (angkutan kota) atau di kota Malang biasa disebut dengan mikrolet. selama 5 tahun terakhir ini angkot menjado salah satu kendaraan kesukaan –karena tidak ada alat transportasi lain untuk jalan-jalan.

nah, di dalam angkot, pola pikir saya telah terbentuk. dalam urusan menebak sikap orang lain. memang bukan kebenaran secara mutlak yang akan saya sampaikan, namun tebakan saya bisa dicoba sekedar iseng-iseng saja.

gini…

pas kita di angkot, mau nggak mau kita akan duduk bersebelahan, berhadapan dan saling berdesakan (kalo pas full). nah di situ kita akan mempraktekkan nilai2 pelajaran saling menghormati, tenggang rasa, dan mecem-macem. pertama, saling menghormati adalah sikap ketika kita menghormati orang lain ketika berada di angkot. saya sering melihat orang yang nggak nunjukin sikap hormat sedikitpun kepada orang lain. orang tersebut memang kelihatan lebih ‘ganteng, kaya, apik, ato apalah’ dibandingkan saya atau orang lain. tapi toh juga sama-sama naik angkot… kesombongan tidak pada tempatnya dan  sangat kontras sekali dengan keadaan sebenarnya (di dalam angkot)

trus yang kedua, tenggang rasa. misalnya nggak mau menggeser pantat untuk orang yang baru naik. mungkin posisinya udah ‘pw’ (posisi wenak) yang berada di dekat pintu, sehingga nggak mau menyilahkan orang lain untuk duduk di posisi terdekat. hal inilah yg membuat saya agak terusik, apalagi yang naik udah mbah-mbah dan harus duduk di belakang dengan melewati jalan sesempit itu…

tapi tidak jarang pula saya menemukan orang dengan sikap2 yang berhati mulia. berani berkorban duduk di pintu, atau bersedia menanggung biaya seorang tua. yahhh…berbagai macam hikmah telah saya dapatkan hanya dari sebuah angkot…

Face of Kakashi

lagi iseng2 internetan, ni ketemu wajahnya Kakashi di Naruto. ganteng juga…

naruto-fashion_02

Lihat foto2 kakashi yang lain di sini, dijamin seru!!!

dan semuanya adalah editan dan imajinasi dari si penggambar sendiri… pada versi manga dan orisinal-nya Kakashi nggak pernah nampilin sedikit wajahnya yang ditutupin topeng. mungkin memang dibuat seperti itu…

pengen gambar wajah Kakashi versiku dewe 

Teknik dan Seni

saya suka sekali membandingkan dua konsep dasar ilmu ini. antara kepastian dan penalaran. disamping itu saya juga sedang menjalani dua konsep ilmu tersebut, seperti mempunyai istri dua, yang satu ingin ditemani, sedangkan satunya lagi tuntutan. ya memang tuntutan, dan sebelumnya saya tidak bisa menerima bahwa saya harus menemani satu istri dan istri lainnya. tidak pada waktu bersamaan. kacau… tapi toh, akhirnya diterima juga. melalui beberapa proses yang rumit dan memusingkan…

ok, lepas dari itu semua, dilihat dari penjelasan-versi saya- tentang kedua istri ini, akhirnya saya mengerti bahwa kedua istri tersebut tidak dapat disatukan hanya dengan menyatukan mereka. butuh waktu dan kerja keras serta timing yang tepat untuk menggunakan keduanya. tentunya pada saat saya menggabungkan kedua istri saya dan menggunakan mereka, hasilnya dapat dirasakan sebagai hasil yang sangat fantastis.

Baca lebih lanjut

Potograpi Pra Sonntag.

kemaren, pas sibuk2nya nyiapin acara Kampus ‘Schoner Sonntag’ saya sempat bernostalgia dengan om ‘macro’ kamera digital. sore sekitar jam 3 an, hujan rintik2… kameranya merk Sony, bukan DSLR lho, cuman kamera pocket biasa…butuh 3 kali pengambilan tiap gambar + kehujanan… 😦rain_leaves3.jpg

rain_leaves2.jpg

rain_leaves1.jpg