Arsip Tag: lukman supra

Logical and Rational

Assalamualaikum…

Hari Jum’at kemarin saya mengikuti sholat Jum’at di dekat sebuah kampus di Malang. ada beberapa hal yang ingin saya utarakan di blog ini mengenai topik dan pemikiran-pemikiran yang menggugah idealisme serta keyakinan saya terhadap beberapa aspek di kehidupan ini.

topik yang kebetulan nyambung saat itu adalah agama saya, Islam berada pada area Rasional, bukan mistik. penjelasan Khotib cukup jelas bahwa kita sebagai umat muslim mempunyai Al-Qur’an dan Hadist sebagai pedoman hidup. aspek apapun yang ada di kehidupan kita terdapat pada kedua mukjizat tersebut. 

banyak dari kita menganggap bahwa jika kita mempunyai masalah dan pergi kepada orang yang lebih tahu -di sini yg ta maksud adalah Pak Haji, atau Pak Ustadz. misalnya ada sebuah perusahaan yang kemalingan, dan menelan kerugian yang sangat besar. kemudian salah seorang pegawai menemui seorang Ustadz, misalnya. dan pegawai tersebut di berikan print-out Surat Al-Fatihah dan disuruh untuk menempel dan membaca tiap hari di kantor. dengan tujuan agar tidak kemalingan lagi. nah… fakta yang diberikan oleh Khotib tersebut sangat menarik, bahwa tidak ada hubungannya Surat Al-Fatihah dengan Pencurian. apakah itu rasional… bisa dianggap bahwa kita sudah meyakini Pak Ustadz tadi lebih dari agama kita sendiri, terlebih Allah SWT.

satu hal yang menarik yang membuat saya berpikir sampai saat ini adalah apa yang terjadi pada masyarakat sekarang ini. kita mengaku Islam dan beragama, terlebih lagi beriman dan bertaqwa, namun jika ditilik dari sudut pandang yang teliti sebenarnya tak lebih dari pengakuan lisan dan keyakinan yang masih dalam proses.

Islam kita adalah Islam generasi, karena pendahulu kita memeluk agama Islam. dan itu bukan sebuah masalah, karena merupakan sebuah proses dalam menjadi Islam yang sebenarnya. tapi, yang ingin saya utarakan adalah prosesnya.

sebuah proses yang bisa dianggap kurang efektif dan efisien dalam masyarakat kita.

sebagai contoh, pas Sholat Jum’at kita selalu diberi pengarahan (ceramah) mengenai agama yang berisikan Firman-firman-Nya dan Hadist Rasulullah SAW. namun bagi saya itu hanya sebatas mengatakan ulang apa yang terdapat pada rangkaian pidato Jum’at sebelum-sebelumnya.

selalu dan selalu hanya lantunan ayat-ayat suci, tanpa disertai fakta dan pemikiran logis serta rasional. bagi saya, apa yang disebut pemikiran logis dan rasional tersebut sangat penting dalam sebuah penyerapan informasi apalagi kita di sini berbicara tentang keyakinan terhadap suatu agama. seringkali saya mendengar berbagai opini kuat tapi lemah dalah fakta logis dan rasional, dan hanya mengandalkan apa yang tertulis di dalam Al-Qur’an.

bukankah Al-Qur’an tersebut sangat kompleks dan perlu kita kaji untuk mengerti maknanya kemudian kita bahasakan kepada yang belum mengerti agar mereka tahu makna yang terkandung di dalamnya…

semoga kita semua diberi Hidayah-Nya… Amin…

Wassalamualaikum…

tulisan ini hanya opini saya, maaf jika ada kandungan di dalamnya yang menyinggung golongan sesuat. tidak ada maksud untuk menjelek-jelekkan sesuatu… saya hanya ingin belajar… terima kasih

Dorong dan Tarik

sebelumnya tulisan ini sudah kusiapkan beberapa hari yang lalu, ketika begadang di warnet. namun kala itu lagi males dan nguantuk pol, jadi ga jadi deh… (hahaha…mbulet)

begini ceritanya…

pas kuliah M&R (maintenance and repair), dosenku nyeletuk ringan nan sekilas, tapi langsung nancep ke ‘utek-ku’ (bhs jawanya ‘otak’). beliau ngomong2 soal memindahkan sebuah barang yang berat. teorinya “mendorong itu lebih enak daripada menarik”. 

setelah dipikir2 bener juga. sambil membayangkan mendorong mobil dan menarik mobil. enakan yang pertama. nah, trus gimana ceritanya kok tiba2 nyambung ke acara asmara. (hahahaha…. kayaknya aku bakat jadi konsultan hubungan, ato psikologi. )

dan memang benar, setelah ditelaah lebih lanjut, kalo kita ingin dekat dengan seseorang (hal ini berlaku untuk sesama atau lawan jenis) buat agar dia yang menyukai diri kita. dengan kata lain doronglah dia untuk menyukai kita. bukan sebaliknya, yaitu menarik seseorang untuk suka -kata memaksa lebih tepat untuk hal ini. seperti kita terlalu memaksa diri kita agar disukai orang lain (maka kamu nggak akan jadi dirimu sendiri).

doronglah dan jangan dipaksa… (hahahaha… pikiran ngeres mulai timbul nih di utek)