Kami AREMA, Salam Satu Jiwa…

Hari Sabtu, 31 Oktober 2010 saya dan seorang teman, Nurul FM sedang berjalan-jalan di kawasan Tugu Malang. Setelah mengabadikan beberapa momen di Alun-alun Bunder Tugu Malang, perut terasa lapar. Dan kami memutuskan untuk menikmati kuliner di depan Stasiun Kota Lama, Malang.

Benar saja, karena malem minggu, banyak muda-mudi sedang ‘njagong’ di depan Stasiun Kota Lama, Malang. Akhirnya kita makan di warung lalapan dan makan. Sembari menunggu makanan, ada beberapa anak membawa gitar dan ecek-ecek (apa itu namanya… ^^), ada juga yang membawa x-banner bertuliskan Korwil Musisi Arema, Peduli Korban Bencana Merapi dan kardus mie bertuliskan Pray For Indonesia.

berikut ini foto-fotonya:

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Korwil Musisi Arema Peduli Bencana Merapi

Arema vs ISL All Star (Skor Akhir: 4-5)

Arema Juara

Goooooooollllll!!!!!!!!

Begitu sorak sorai penghuni toko BJSP Computer dimana aku tinggal ketika Dendi Santoso menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Teriakan super keras mungkin terdengar sampai seberang jalan Galunggung, karena memang euforia dan rasa bangga menjadi satu karena AREMA INDONESIA adalah klub kebanggaan Kota Malang, Kota kelahiranku.

Awal Pertandingan

Kick-off dimulai kira-kira pukul 7 malam, saya tidak tahu pastinya, karena memang sedang berada di kamar sebelah. Setelah penyerahan Trofi Juara oleh Bpk. Andi Malarangeng dan beberapa komentar dari para komentator, akhirnya wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai.

Jalannya Pertandingan

Arema terus menyerang dengan memeragakan total footbal. Permainan cepat, umpan kaki ke kaki menjadikan pertandingan ini enak ditonton. Sedangkan ISL All Star pada awal pertandingan kurang begitu kompak dikarenakan mereka belum beradaptasi satu sama lain.

berikut ini kutipan dari detiksport.com

Tiga pemain mencetak dua gol di pertandingan ini, yakni Park Jung Hwan dan Aldo Barreto dari All Star, serta Roman Chmelo dari tuan rumah.
Park yang bermain untuk PSM Makassar, membuka skor saat babak pertama berusia sembilan menit. Barreto, yang di musim ini tampil sebagai top skorer ISL, menggandakan keunggulan tim arahan Jacksen F Tiago melalui golnya di menit 13.
Arema mulai merespons melalui gol buatan Chmelo di menit 22, disusul kemudian oleh striker andalannya asal Singapura, Noh Alam Shah, hanya selang dua menit dari gol pertama rekannya.
Park membuat All Star memimpin lagi lewat gol keduanya di menit 38, setelah tendangannya tak bisa dihentikan kiper terbaik ISL musim ini, Mega Kurnia. Skor 3-2 bertahan sampai turun minum.
Pertandingan menarik dan menghibur berlanjut di babak kedua. Belum lama restart, Barreto sudah membuat sebuah gawang bergetar lagi. Penyerang Bontang FC itu mendulang gol keduanya untuk All Star, sekaligus membuat Arema tertinggal 2-4.
Didukung oleh puluhan ribu suporter fanatiknya, Arema tidak putus asa untuk memberi perlawanan yang lebih baik. Upaya itu berhasil ketika Chemlo dan pemain pengganti Dendi Santoso berturut-turut mencetak gol di menit 57 dan 64 untuk membuat skor imbang 4-4.
Akan tetapi Arema tetap harus menyudahi pertandingan sebagai tim yang kalah. Adalah bomber Persib Bandung Cristian ‘El Loco’ Gonzalez yang merobek jala Mega Kurnia untuk kali kelima di menit 71, dan gol itu merupakan yang terakhir di partai ini. All Star menang 5-4.

Semangat Aremania!!!

Kalah, Legowo, Bangga, Semangat!!!

Meskipun kalah, namun rasa bangga ini mengalahkan segalanya. Bagaimana tidak, melawan tim sekelas ISL All Star, Arema Indonesia mampu menyerang, menyamakan kedudukan walaupun kalah satu bola.

Namun yang perlu diingat adalah semangat juang para pemain Arema, suporter Arema Indonesia, Aremania dan Aremanita baik di dalam stadion maupun di luar stadion Kanjuruhan Malang.

Komentator ‘Ngguateli’

Ada beberapa hal menarik seputar pertandingan Arema vs ISL All Star yang baru saja ditayangkan di ANTV. Beberapa kali komentator, menurut saya terlalu lebay dan ngguateli ketika mengomentari pertandingan.

Seperti ketika Aldo Barreto mencetak gol pertama, salah seorang komentator mengatakan bahwa gol itu merupakan ‘Mukjizat’. Saya rasa tidak masalah dengan kata-kata itu, namun terlalu berlebihan.

Kedua, noise atau gumanan-gumaman para komentator seringkali terdengar karena reaksi spontan ketika melihat aksi-aksi para pemain.

Tapi saya bisa memakluminya karena permainan yang disuguhkan benar-benar sangat menarik dan penuh tawa. Mungkin inilah pertandingan terbaik yang pernah dilakoni oleh Arema Indonesia, di Indonesia, melawan para pemain terbaik Indonesia. Kami pantas Juara!!!